• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Manado

Astaga, 16 Anak di Bawah Umur Terlibat Kejahatan Jalanan

Selasa, 18 September 2012 22:18 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON
- Seluruh elemen masyarakat di daerah ini baik orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah perlu memberi perhatian dan pengawasan serius terhadap kehidupan anak-anak di Kota Tomohon, agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat berimplikasi pada masalah hukum.

Sebab, data yang dimiliki Polres Tomohon, dari sekitar 18 tahanan yang pernah diproses pada tahun ini, 16 diantaranya adalah anak-anak yang masih di bawah umur. “Dari 18 tahanan yang ada di Polres Tomohon, 16 diantaranya adalah anak-anak di bawah umur, mereka semua terlibat kejahatan jalanan atau konvensional,” jelas Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas, saat kongkow-kongkow bersama wartawan di Kobong Café, Selasa (18/9/2012).

Ia menjelaskan kendati terlibat masalah hukum, namun tidak semua yang diproses hingga ke meja hijau, sebab pihaknya lebih mempertimbangkan masa depan anak-anak tersebut, kecuali yang telah berulang kali melakukan tindak kejahatan. “Ada sejumlah anak-anak yang berhasil kami bina, jadi meski terlibat tindak kejahatan, mereka tidak sampai diproses ke Pengadilan, karena lebih mementingkan masa depan mereka. Tidak selamanya memang anak-anak yang terlibat kejahatan harus diproses dan dipenjara, ada pertimbangan khusus agar mereka dapat bertumbuh menjadi lebih baik ditengah-tengah masyarakat sebagai generasi penerus  bangsa,” tegasnya.

Dalam pembinaan terhadap anak-anak, menurut Tawas pihaknya selalu melibatkan orang tua, sehingga pengawasan di keluarga lebih intens untuk mengubah perilaku mereka kearah yang lebih baik. “Orang tua selalu dilibatkan dalam pembinaan anak yang terlibat kejahatan, selalu kami undang. Kecuali seperti DT alias Gats yang tak bisa dibina lagi, sehingga proses hukumnya tetap jalan, karena berulang kali melakukan tindak kejahatan,” katanya.
Gats sendiri adalah tersangka penikaman terhadap Serka Marthen Kaawoan, anggota Babinsa Koramil Tomohon, Jumat (11/8) lalu sekitar pukul 01.30 Wita di Kelurahan Matani I.

Marthen kala itu harus menerima dua tikaman pisau secara beruntun pada bagian dada kiri dan kanannya dari Gats, yang diduga berani melakukan tindakan seperti karena percaya diri setelah berlatih ilmu kebal.
 
Jimmy Eman, Wali Kota Tomohon mengimbau seluruh generasi muda di daerah ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif, agar tidak terlibat dalam persoalan yang dapat berimplikasi hukum, sebab hanya merugikan masa depan anak itu sendiri. “Saya mengimbau pemuda dan remaja di Tomohon lebih rajin beribadah, dan belajar untuk menggapai masa depan lebih cerah. Jangan ikut-ikutan dalam tindakan yang dapat merusak masa depan, apakah menyalahgunakan narkoba, miras, hingga tindakan negatif lainnya. Butuh dukungan juga dari orang tua, tokoh agama dan masyarakat agar terus mengawasi dan mengimbau anak-anak agar berperilau tidak menyimpang,” tukasnya.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas