A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pengampunan Itu Memulihkan - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribun Manado

Pengampunan Itu Memulihkan

Selasa, 11 September 2012 11:38 WITA


Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-
Deni Gunawan, pembicara dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Raising The Star (RTS)-Healing Movement Camp (HMC) di Manado Convention Center (MCC) Senin (10/9/2012) berusaha memberikan gambaran yang baik tentang sosok bapa.  Sosok bapa yang baik itu disampaikannya di hadapan para siswa SMA Negeri se-kota Manado.

Deni dalam khotbahnya banyak menceritakan suatu cerita untuk mengugah siswa-siswi ini berubah. Salah satunya tentang seorang anak bernama Daniel. Daniel itu ialah seorang anak yang ingin membantu ayahnya mencuci mobil. "Ayahnya itu meragukan kemampuan Daniel. Tapi kemudian Daniel memaksa dan mengatakan ia sudah melihat ayahnya mencuci mobil. Saat mau mencuci,Daniel kesulitan mencari kain yang dipakai untuk mencuci,"ujar Deni

Saat mencari kain, Daniel menemukan sikat pembersih wajan. Tanpa berpikir banyak karena mengingat ibunya bisa membersihkan wajan dengan sikat, Daniel kemudian mulai membersihkan mobil. Yang terjadi setelah itu bisa ditebak. Mobil itu penuh dengan bilur-bilur.
"Ayah Daniel yang seorang pendeta pun tetap marah. Tapi ia kemudian bertanya pada Tuhan. Tuhan pun menjawab bahwa motivasi ini benar. Hanya caranya yang salah. Daniel hanya ingin ayahnya,"kisah Deni

Merasa mendapatkan kebijaksaaan, ayah Daniel kemudian mencari Daniel tapi kemudian Daniel sulit ditemukan. Ia kemudian menemukan Daniel berada di pojok ruang tamu dan menangis. Ia kemudian memeluk dan memberikan perkataan yang menguatkan kepada Daniel. "Daniel mobil yang baru bisa bapa beli lagi tapi kamu tidak,"katanya yang diiringi tepukan tangan panjang.
Cerita Daniel itu kemudian dicocokkan dengan gambaran bapa yang baik. Bapa yang mengampuni. Pengampunan menurut Deni merupakan jalan menuju pemulihan. "Ada tiga cara menuju pemulihan. Pertama, lihatlah gambaran bapa yang baik. Kedua, alamilah kasih bapa. Ketiga, lepaskan pengampunan kepada bapa jasmani,"kata Deni

Setelah cukup berkata-kata, Daniel kemudian mengajak para siswa untuk berdoa.  Ia meminta mereka mengangkat tangan dan kemudian mengikuti kata-kata yang ia ucapkan. Setelah itu kemudian ia meminta beberapa siswa untu datang ke depan. Sejurus kemudian ia meminta mereka menutup mata. Dengan kata-kata, ia mengerakan perhatian siswa-siswi itu ke batin mereka. "Ayo sebut bapa. Sebut dengan keras,"kata Deni

Suasana kemudian berubah sangat emosional. Lagu Kasih Yang Sempurna tidak henti-hentinya mengalun. Anak-anak yang menutup mata, berdoa sambil mengangkat tangan mulai berteriak- teriak. Ada yang seperti melolong panjang. Tisu tak henti-hentinya dibagikan. Beberapa tim doa mulai mendekati dan berdoa di sampingnya. Ada yang kemudian memeluk mereka dan berdoa juga untuk mereka. Ada yang tidak dapat menahan emosinya dan kemudian pingsan.

Meis (17), siswa SMA 1 mengatakan senang dengan kegiatan ini. Ia dan teman-temannya bisa mengungkapkan isi hati. Berbeda dengan Meis, Ulan (15) dari sekolah yang sama mengatakan ia senang karena bisa belajar. "Saya dapat belajar tentang bapa yang baik. Bagi saya ialah sosok yang banyak berkorban,"ujar Deni
 
Tasya, salah satu fasilitator mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh orang-orang yang punya hati untuk pemulihan anak muda. Kegiatan yang dihadiri walikota Manado Senin (10/9) dilaksanakan tanggal sepuluh sampai dua belas September. Even rohani diikuti oleh  sembilan ribu siswa. "Sembilan ribu siswa ini dibagi tiga per hari. Tujuan mengubah paradigma anak-anak muda anak-anak muda ke arah yang  lebih baik."kata Tasya

Iwan, guru SMA 1 mengatakan  kegiatan agar murid-murid dapat merasakan apa yang mereka alami dalam kehidupan mereka. Mereka bisa menyesal dengan apa yang mereka lakukan. "Rasa penyesalan itu diikuti keinginan untuk mengaku kesalahan,"tutur Iwan (dma)
Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80198 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas