• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Manado

Dikpora Minut Dituding Lakukan Pungli DAK

Selasa, 11 September 2012 22:08 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI
- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Utara kini dikabarkan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan merehab bangunan ruangan kelas sekolah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua LSM Gempar Minut Calvin Castro yang mendapat informasi dari seseorang yang minta identitasnya disembunyikan, Selasa (11/9/2012).

Menurut pengakuan sumber tersebut pungli yang dilakukan bervariasi disesuaikan dengan jumlah DAK yang diperuntukkan ke sekolah-sekolah dan ruang kelas yang akan direhab. Informasi ini dikemukakan sebab nilai nominal yang dianggap pungli ini terbilang cukup tinggi tetapi tidak jelas peruntukkannya.

"Rehab lima ruang kelas dipotong Rp 49,5 juta dari jumlah anggaran. Rehab empat ruang kelas dipotong Rp 35 juta dari jumlah anggaran, yang semuanya harus disetor pada Kasubag Keuangan Dinas DIKPORA Minut. Akan jadi bagaimana kualitas bangunan? Sementara juga harus membayar Pajak dan Jasa Konsultan. Mohon bantuan," ungkap sumber melalui pesan singkat kepada Castro yang kemudian diteruskan kepada Tribun Manado.

Tak hanya melalui pesan singkat saja, sumber mengungkapkan pada Tribun Manado bahwa dengan jumlah sebesar itu bayangkan saja berapa total dana yang diperoleh. Dari sepengetahuan sumber sedikitnya ada sekitar 90 sekolah yang akan menerima DAK dari Dikpora.

"Anggaran yang dipotong bervariasi, tergantung dari jumlah DAK di masing-masing sekolah dan ruang kelas yang akan direhab. Alasannya pun tidak jelas, katanya untuk inilah, untuk itulah dan bayangkan saja berapa totalnya jika ada sekitar 90 sekolah yang kena potongan," tambah Calvin menyampaikan pernyataan orang tersebut.

Lanjutnya pada Tribun Manado, DAK yang diperoleh nantinya selain akan digunakan untuk merehab ruang kelas, masih ada banyak pengeluaran lainnya. Seperti membayar pajak, tukang, dan masih banyak lagi. Jika dana tersebut sudah dipangkas terlebih dahulu maka pengerjaan rehab ruang kelas tidak akan optimal.

"Itu (DAK) juga tidak cair secara keseluruhan, jadi bertahap dan informasinya bahwa mulai hari ini (kemarin) sampai dengan Kamis (besok) dana DAK akan dicairkan," lanjutnya.

Calvin menyayangkan jika benar terjadi pungli di tubuh Dikpora. Menurutnya jika benar terjadi pungli maka secara otomatis pemerintah tidak mendukung program Bupati tentang Sumikola.

"Ya sangat disayangkan, Sumikola itu kan juga program Bapak Bupati, berarti pemerintah sendiri tidak mendukung. Adanya bantuan untuk mendukung tetapi malah menyulitkan. Sebab potongan dengan segala bentuk alasan apapun itu tidak ada di juknis," tegasnya.

Kabar adanya pungli ini ditanggapi santai oleh Kabid Keuangan Dikpora Minut, Drs Adri Pinary. Dibalik telepon ia pun membantah dan mengatakan bahwa adanya potongan pada DAK tidaklah benar dan itu hanyalah kabar angin. Ia pun membenarkan bahwa untuk pencairan DAK dilakukan secara bertahap hingga tiga kali pencairan.

"Untuk nominal pasti per sekolah saya tidak tahu, itu harus dicek dulu dikantor biar tidak salah dan saya sekarang sedang rapat. Dan yang tahu lebih jelas itu adalah ketua panitia, kita ada ketua panitia, jadi silahkan hubungi ketua panitia langsung," terang Pinary.

Ketika dikonfirmasi kembali kepada Ketua Panitia yang juga merupakan Kabid Pendidikan Dikpora, Jeane Rumagit mengatakan agar kiranya langsung dikonfirmasi kepala Kepala Dinas Dikpora, Max Tapada. Tetapi ketika dihubungi baik telepon maupun pesan singkat tidak ada jawaban balik dari Kadis Dikpora.
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80266 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas