Senin, 2 Maret 2015

Dikpora Minut Dituding Lakukan Pungli DAK

Selasa, 11 September 2012 22:08 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Utara kini dikabarkan melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan merehab bangunan ruangan kelas sekolah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua LSM Gempar Minut Calvin Castro yang mendapat informasi dari seseorang yang minta identitasnya disembunyikan, Selasa (11/9/2012).

Menurut pengakuan sumber tersebut pungli yang dilakukan bervariasi disesuaikan dengan jumlah DAK yang diperuntukkan ke sekolah-sekolah dan ruang kelas yang akan direhab. Informasi ini dikemukakan sebab nilai nominal yang dianggap pungli ini terbilang cukup tinggi tetapi tidak jelas peruntukkannya.

"Rehab lima ruang kelas dipotong Rp 49,5 juta dari jumlah anggaran. Rehab empat ruang kelas dipotong Rp 35 juta dari jumlah anggaran, yang semuanya harus disetor pada Kasubag Keuangan Dinas DIKPORA Minut. Akan jadi bagaimana kualitas bangunan? Sementara juga harus membayar Pajak dan Jasa Konsultan. Mohon bantuan," ungkap sumber melalui pesan singkat kepada Castro yang kemudian diteruskan kepada Tribun Manado.

Tak hanya melalui pesan singkat saja, sumber mengungkapkan pada Tribun Manado bahwa dengan jumlah sebesar itu bayangkan saja berapa total dana yang diperoleh. Dari sepengetahuan sumber sedikitnya ada sekitar 90 sekolah yang akan menerima DAK dari Dikpora.

"Anggaran yang dipotong bervariasi, tergantung dari jumlah DAK di masing-masing sekolah dan ruang kelas yang akan direhab. Alasannya pun tidak jelas, katanya untuk inilah, untuk itulah dan bayangkan saja berapa totalnya jika ada sekitar 90 sekolah yang kena potongan," tambah Calvin menyampaikan pernyataan orang tersebut.

Lanjutnya pada Tribun Manado, DAK yang diperoleh nantinya selain akan digunakan untuk merehab ruang kelas, masih ada banyak pengeluaran lainnya. Seperti membayar pajak, tukang, dan masih banyak lagi. Jika dana tersebut sudah dipangkas terlebih dahulu maka pengerjaan rehab ruang kelas tidak akan optimal.

Halaman12
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas