Selasa, 25 November 2014
Tribun Manado

Mafia Tanah 'Hantui' Pembebasan Lahan Tol Manado-Bitung

Jumat, 7 September 2012 10:51 WITA



Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  MANADO -
  Alex Wowor, Kepala Kawasan Perekonomian Terpadu (Kapet) mengungkapkan, ada keuatiran praktik mark up harga tanah saat pembebasan lahan

"Pasti keuatiran ada," ujarnya kepada Tribun Manado, beberapa waktu lalu.

Untuk itulah kata Wowor, di tingkat Kabupaten/Kota dibentuk panitia pembebasan tanah untuk mengantisipasi mark up harga tanah

"Panitia ini terdiri dari orang-orang independen yang akan menilai harga tanah terjadi mark up atau tidak, disamping panitia pembanding," ungkapnya.

Kekuatiran akan muncul, oknum yang membebaskan tanah sebelum tanah itu dibebaskan pemerintah. "Nanti dari pemerintah baru bebaskan ke dia (oknum). Ini bisa terjadi Kalau ada yang orang cepat, punya informasi, kemudian," ungkapnya.

Namun, menurut Wowor, tidak juga semua kasus seperti itu, karena sejauh ini di lapangan khusus untuk pembebasan Jalan Tol Manado Bitung belum ditemui

"Dulu pernah ada waktu  (pembebasan lahan) bandara. Sekarang untuk jalan belum," ujarnya.

Meskipun ada yang ingin me mark-up, tidak serta merta pemerintah memenuhinya. Sesuai ketentuan, digunakan harga NJOP dan harga pasar, disamping juga ada negosiasi dengan pemilik.

"Tentu akan ada tawar menawar, pemerintah akan sesuaikan harga NJOP dan harga pasar. hak akan diperhatikan. Pemerintah juga tidak sewenang-wenang," ungkapnya.

Bila tak ada titik temu, program tetap akan berlanjut demi kepentingan umum, uang pembebasan lahan akan dititipkan di Pengadilan. (ryo)
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas