Minggu, 23 November 2014
Tribun Manado

Fokus pada Jumlah Lansia

Rabu, 5 September 2012 08:27 WITA

Ledakan jumlah orang lanjut usia di Asia Tenggara menjadi fokus pembahasan dalam Pertemuan Para Menteri Kesehatan Ke-30 di Yogyakarta, Selasa (4/9). Pertambahan jumlah warga lansia seiring meningkatnya usia harapan hidup menjadi tantangan.

Delegasi pertemuan berasal dari 11 negara yang masuk Asia Tenggara berdasarkan pembagian wilayah kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Negara-negara itu adalah Banglades, Butan, Korea Utara, India, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor Leste, dan Indonesia. Hadir pula wakil sejumlah organisasi internasional. Pertemuan akan dilanjutkan dengan Sesi Komite Regional WHO Asia Tenggara Ke-65 pada 5-7 September 2012. Kegiatan itu dibuka Wakil Presiden Boediono.

Wakil Presiden mengatakan, jumlah penduduk berusia di atas 60 tahun di Asia Tenggara mencapai 142 juta jiwa atau 8 persen dari total jumlah penduduk.

Jaminan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan perawatan kesehatan jangka panjang warga lansia menjadi penting dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi mereka perlu ditingkatkan.

Hal senada dikatakan Direktur Jenderal WHO Margaret Chan. Direktur WHO untuk Asia Tenggara Samlee Plianbangchang menambahkan, berdisiplin dengan gaya hidup sehat, seperti diet tepat, olahraga teratur, beristirahat cukup, tidak merokok, menjauhi alkohol, dan mengelola stres, merupakan kunci untuk menua dengan sehat.

Menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, peningkatan jumlah warga lansia juga dialami Indonesia. ”Jumlah orang lansia di Indonesia mencapai 19,5 juta jiwa tahun 2011 (8,2 persen dari total penduduk), mayoritas perempuan. Tahun 2025, jumlah orang lansia diperkirakan 13,2 persen dan jadi 25,5 persen dari total penduduk pada 2050,” katanya.

Beragam penyakit kronis dan menurunnya kemampuan beraktivitas para warga lansia menjadi tantangan kesehatan dan pembangunan secara keseluruhan. ”Persoalan warga lansia perlu kebijakan komprehensif,” ujarnya. Di Indonesia, perawatan kesehatan jangka panjang warga lansia akan tercakup dalam kebijakan jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bidang kesehatan mulai 2014.

Pertemuan tingkat menteri kesehatan membuahkan Deklarasi Yogyakarta tentang Penuaan dan Kesehatan. Deklarasi itu merupakan komitmen pemerintah 11 negara untuk menjalankan pendekatan yang tepat, komprehensif, dan terintegrasi guna meningkatkan penuaan yang sehat.

Pendekatan itu, antara lain, memperkuat kebijakan nasional terkait orang lansia dan memastikan ketersediaan sumber daya untuk program kesehatan orang lansia, baik pelayanan jangka panjang di keluarga maupun di fasilitas kesehatan. Selain itu, memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar guna memenuhi kesehatan orang lansia, termasuk pelatihan perawatan orang lansia bagi tenaga kesehatan serta membentuk kader kesehatan dan pekerja sosial.

Pertemuan juga membahas isu jaminan kesehatan semesta dan peraturan kesehatan internasional. (INE)
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas