Adat
Warga Motoboi Besar Gelar Hari Raya Binarundak
Hari Raya Binarundak kembali digelar warga Kelurahan Motoboi Besar, Kotamobagu, Rabu (22/8).
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Hari Raya Binarundak kembali digelar warga Kelurahan Motoboi Besar, Kotamobagu, Rabu (22/8).
Dua hari usai lebaran warga Motoboi Besar menggelar bakar Binarrundak atau nasi jaha massal. Hampir setiap rumah di depannya berjejer panggangan binarundak. Sabut kelapa digunakan sebagai bahan bakar. Untuk lebih menanamkan tradisi yang tergolong baru itu, warga setempat pun akan membantun tugu binarundak di persimpangan dekat Masjid Al-Huda, Motoboi Besar
"Pembangunan murni swadaya masyarakat Kelurahan Motoboi Besar, terutama para pemudik yang sudah puluhan tahun bekerja di luar daerah," kata Muhammad Sukdi Golonggom, Ketua Panitia Pembangunan Tugu Binarundak.
Menurutnya, pembangunan tugu itu direncanakan sejak 2008 lalu, namun baru 2012 digelar peletakan batu pertama bangunan itu
"Ini keinginan kami para pemudik, dimaksudkan ada kesan tersendiri saat pulang ke kampung halaman,” ujarnya.
Pembangunan pun akan disesuaikan dengan tata aturan lalu lintas. Rencana awal tugu akan dibangun, berbentuk bundar, setinggi 14 meter dengan diameter 2 Meter. Modelnya berdiri tugu berbentuk bulu nasi jaha, yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp90 juta.
Wali Kota Kotamobagu Drs Djelantik Mokodompit pun memberikan respon positif terkait rencana. Itu
"Saya sudah mendengar kajian dari Dinas PU, Dinas Tata Kota dan Dinas Perhubungan, sangat layak. Saya mendukung karena ini adalah bentuk partisipasi masyarakat untuk mempercantik daerah kita," kata Djelantik.
Camat Kotamobagu Timur, Tonny Ponongoa mengungkapkan Sejak awal, masyarakat sudah memberikan komitmen hari raya binarundak akan menjadi agenda tahunan. "Kegiatan ini akan lebih memperkenalkan kotamobagu dengan makanan khasnya, selain kacang goyang,” kata Ponongoa.