Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kriminalitas

Fatma Trauma Menemui Suaminya

Nada suara ibu rumah tangga berinisial FY alias Fatma (23) warga Singkil Satu Lingkungan Satu Kecamatan Singkil

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Nada suara ibu rumah tangga berinisial FY alias Fatma (23) warga Singkil Satu Lingkungan Satu Kecamatan Singkil terdengar naik turun saat melaporkan suaminya, NA alias Nazamudin (31) ke Mapolsek prarural Singkil, pada Selasa (21/8/2012) sekitar pukul 12.30 Wita.

Fatma tampak ketakutan karena peristiwa yang baru saja dialaminya. Pasalnya suaminya beberapa saat sebelumnya telah menganiayanya hingga babak belur. "Saya diinjak-injak di kepala," ujar Fatma sambil menahan perihnya rasa sakit dan luka dialaminya.

Ibu muda yang mengaku memiliki seorang anak hasil perkawinannya dengan suaminya tersebut. Dikatakannya, tidak hanya itu, suaminya yang kini telah ditetapkan tersangka ini membenturkan kepalanya ke dinding beton dan mencekik lehernya. "Badan saya terasa sangat sakit sekali," katanya.

Fatma mengaku aksi suaminya bahkan dilakukan didepan umum saat dirinya akan pulang ke kampung halamannya di Gorontalo. Sebelumnya, dipagi hari tersangka juga telah memukuli dan menganiaya dirinya saat masih di kosan mereka tinggal. "Dia suru saya pulang gorontalo," ungkap Fatma

Pantauan Tribun Manado, Fatma tampak trauma dengan kejadian tersebut. Dirinya bahkan menolak menemui suaminya yang terus memanggil dirinya dari balik jeruji besi. Luka-luka tampak diwajah dan di anggota tubuhnya yang lain. "Saya takut padanya," tandas Fatma kala itu menolak dipertemukan dengan suaminya.

Sementara itu, tersangka Nazamudin membanta dirinya mengusir sang istri ke kampung halamannya. "Saya memukuli dia, hanya membela diri. Biar bagaimana pun saya ini manusia tak tahan kalau dia pukuli terus,"  katanya.

Nazamudin berdali saat itu dirinya hanya membela diri dari pukulan istrinya. Sambil memperlihatkan luka cakaran di tubuhnya Nazamudin membanta semua pernyataan  istrinya. Walau tidak menyesali perbuatannya, dia memohon dipertemukan dengan istrinya agar meminta mencabut laporan tersebut. "Komandan saya bisa keluar hari ini? besok saya mau bekerja nanti saya kembali, " ujar pria yang mengaku bekerja di sebuah koperasi disambut tawa warga disekitar sel tahanan.

Kapolsek Singkil Iptu Karel Tangay saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Kasusnya sedang dalam proses dan tersangka untuk sementara kami tahan," terang Tangay.
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved