Kriminalitas
Fatma Trauma Menemui Suaminya
Nada suara ibu rumah tangga berinisial FY alias Fatma (23) warga Singkil Satu Lingkungan Satu Kecamatan Singkil
Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Nada
suara ibu rumah tangga berinisial FY alias Fatma (23) warga Singkil
Satu Lingkungan Satu Kecamatan Singkil terdengar naik turun saat
melaporkan suaminya, NA alias Nazamudin (31) ke Mapolsek prarural
Singkil, pada
Selasa (21/8/2012) sekitar pukul 12.30 Wita.
Fatma
tampak ketakutan karena peristiwa yang baru saja dialaminya. Pasalnya
suaminya beberapa saat sebelumnya telah menganiayanya hingga babak
belur. "Saya diinjak-injak di kepala," ujar Fatma sambil menahan
perihnya rasa sakit dan luka dialaminya.
Ibu
muda yang mengaku memiliki seorang anak hasil perkawinannya dengan
suaminya tersebut. Dikatakannya, tidak hanya itu, suaminya yang kini
telah ditetapkan tersangka ini membenturkan kepalanya ke dinding beton
dan mencekik lehernya. "Badan saya terasa sangat sakit sekali," katanya.
Fatma
mengaku aksi suaminya bahkan dilakukan didepan umum saat dirinya akan
pulang ke kampung halamannya di Gorontalo. Sebelumnya, dipagi hari
tersangka juga telah memukuli dan menganiaya dirinya saat masih di kosan
mereka tinggal. "Dia suru saya pulang gorontalo," ungkap Fatma
Pantauan
Tribun Manado, Fatma tampak trauma dengan kejadian tersebut. Dirinya
bahkan menolak menemui suaminya yang terus memanggil dirinya dari balik
jeruji besi. Luka-luka tampak diwajah dan di anggota tubuhnya yang lain.
"Saya takut padanya," tandas Fatma kala itu menolak dipertemukan dengan
suaminya.
Sementara
itu, tersangka Nazamudin membanta
dirinya mengusir sang istri ke kampung halamannya. "Saya memukuli dia,
hanya membela diri. Biar bagaimana pun saya ini manusia tak tahan kalau
dia pukuli terus," katanya.
Nazamudin
berdali saat itu dirinya hanya membela diri dari pukulan istrinya.
Sambil memperlihatkan luka cakaran di tubuhnya Nazamudin membanta semua
pernyataan istrinya. Walau tidak menyesali perbuatannya, dia memohon
dipertemukan dengan istrinya agar meminta mencabut laporan tersebut.
"Komandan saya bisa keluar hari ini? besok saya mau bekerja nanti saya
kembali, " ujar pria yang mengaku bekerja di sebuah koperasi disambut
tawa warga disekitar sel tahanan.
Kapolsek
Singkil Iptu Karel
Tangay saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Kasusnya
sedang dalam proses dan tersangka untuk sementara kami tahan," terang
Tangay.