Trending Topics :
Fain Kaget Kaca Rumah Dirusak
Tribun Manado - Rabu, 22 Agustus 2012 22:26 WITA
Share |
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG
-  Sebanyak empat rumah di desa Makarooyen kecamatan Modoinding dirusak oleh beberapa orang warga desa Wullurmaatus, Rabu (22/8) dini hari.

"Kejadiannya sekitar pukul 00.30 wita, jadi ada empat rumah dan satu mobil yang dirusak oleh beberapa orang dari desa Wulurmaatus," jelas Kapolsek Modoinding AKP Hasan Iyaku.

Ia menambahkan, perusakan dilakukan ada yang menggunakan batu, juga benda tajam."Ada yang dilempar, tapi ada juga yang dipecahkan kaca jendelanya, juga mobil menggunakan mungkin parang, karena ada bekasnya," ucap dia.

Menurutnya, perusakan hanya dilakukan oleh beberapa oknum warga saja."Mereka menggunakan dua motor,"jelasnya. Ia menambahkan, kejadian ini, merupakan buntut dari aksi aniaya berupa ditusuk paha, yang dilakukan oleh seorang warga Makarooyen terhadap seorang warga Wullurmaatus pada HUT RI lalu."Dan sampai sekarang pelakunya belum ditemukan,"jelasnya.

Mencegah, meluasnya masalah tersebut, akan dilakukan pertemuan antara perwakilan dua desa."Upaya yang kami lakukan, akan melakukan pertemuan bersama antara tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pemerintah ke dua desa, difasilitasi oleh Polres," jelas dia.

Sementara itu, Fain Umboh satu di antara yang rumahnya dirusak mengatakan, saat itu, ia bersama lima orang lainnya tertidur pulas."Kami kaget, karena tiba-tiba, terdengar orang berteriak, dan ada suara kaca pecah," jelas dia.

Ia menambahkan, baru mengetahui kaca depan rumahnya dipecahkan dan kaca mobil di teras rumahnya pecah saat para perusak pergi."Soalnya saat kejadian, kami tidak berani keluar rumah," ucapnya.

Seperti pantauan Tribun Manado, pada jendela rumah tersebut nampak kaca pecah, dan ada bekas sabetan parang, juga kaca depan dan samping kanan mobil yang diparkir retak dan pecah.

Dari kejadian malam, hingga saat ini, polisi dari Polsek Modoinding, Motoling, dan Polres, serta TNI masih melakukan penjagaan di antara dua desa tersebut, sementara nampak masyarakat juga ada yang ikut berjaga menggunakan tombak, dan parang."Kondisi sudah aman terkendali, karena tadi diberikan pengumuman dari gereja, agar warga masuk rumah," jelas AKP Hasan, Kapolsek Modoinding.

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, ada warga yang terkena peluru senapan angin, saat terjadi ketegangan pada siang hari."Ada enam warga Wulurmaatus yang terkena peluru senapan angin warga, dan satu orang warga Makarooyen, sekarang berada di rumah sakit di Manado," jelas Kapolsek Modoinding.

Penulis : Alpen_Martinus
Editor : Rine_Araro

Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.

Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Manado Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


Facebook Comments
Comments
Advertise


Facebook