Ramadan
Safari Ramadan Pemprov Berakhir di Boltim
Rangkaian Safari Ramadan Forkompinda dan FKUB dan BKSUA Sulut berakhir di Desa Moyongkota Induk, Kecamatan Modayag Barat, Boltim
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLTIM - Rangkaian Safari Ramadan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSUA) Sulut berakhir di Desa Moyongkota Induk, Kecamatan Modayag Barat, Boltim, Rabu (15/8).
Safari Ramadan ini dipusatkan di Mesjid Kiblat Ain. Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang dalam sambutan Ramadannya menyatakan, Ramadan merupakan momen manusia memperdalam keimanan dan taqwa.
Secara khusus, Sarundajang mengimbau warga setempat mengintensifkan penanaman bibit padi dan tanaman unggul yang akan diberi pemerintah. "Kita manargetkan bisa memproduksi 750 ton beras agar bisa swasembada. Di samping itu peningkatan produksi jagung dan kedelai," tukas Sarundajang.
Sebelumnya, Ustad Dani Pontoh dalam ceramah Ramadan tujuh menit menguraikan esensi kedamaian. Hal paling utama dalam kehidupan ini ialah bagaimana manusia menjadi 'orang baik' di mata sesama dan Tuhan. "Penting menjadi orang baik di banding menjadi orang penting tapi tidak baik. Implementasinyanya di antaranya menjalankan puasa dengan baik," ujarnya.
Bupati Boltim, Sehan Landjar mengatakan, Bulan Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus tapi juga hawa nafsu dan keinginan duniawi. Pada kesempatan itu, Sehan menegaskan, Boltim sebagai daerah otonom baru sangat butuh bantuan Pemprov Sulut. "Satu harapan kami ada percepatan pembangunan di segala bidang," tukasnya.
Pada saat itu diserahkan bantuan dari Pemprov Sulut, uang tunai Rp 10 juta dan beras ketan dua ton untuk kaum dhuafa. Kanwil Kemenag Sulut juga menyerahkan Al Quran kepada masyarakat setempat.(