Manado
Hari Ini Lumentut Ibadah di Tiga Gereja
Wali Kota Manado Vicky Lumentut menghadiri undangan ibadah pada 3 (tiga) Gereja, yaitu di GMIM Sion Ranomut
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Wali Kota Manado Vicky Lumentut menghadiri undangan ibadah pada 3 (tiga) Gereja, yaitu di GMIM Sion Ranomut, GMIM Eben Haezer Winangun dan di GMIM Syaloom Molas. Di GMIM Eben Haezer, Minggu (12/8/2012).
Dalam sambutannya di GMIM Eben Haezer mengatakan hari ini adalah peristiwa bersejarah bagi Jemaat GMIM Eben Haezer, yang dapat membangun gedung ini dengan kebersamaan yang dilandasi kedamaian dan persatuan. "Bersyukurlah pada Tuhan karena ini adalah harinya Tuhan," ujarnya.
Ia kemudian memuji langit-langit gedung Gereja yang dicat biru, dipenuhi awan putih cerah. Pada bagian lain sambutannya, GSVL mengharapkan agar dari GMIM Eben Haezer akan lahir SDM yang memiliki etika dan moral yang baik sehingga menjadi berkat bagi kota Manado. "Manado sebagai kota terbuka diperhadapkan dengan hal-hal yang bisa mengakibatkan kemerosotan iman jemaat seperti narkoba dan HIV/AIDS. Semuanya bisa menggoyahkan ketahanan iman jemaat," katanya.
Oleh karena itu perkuatlah ketahanan iman. Apa yang didapat oleh jemaat di Gereja harus sejalan dengan apa yang dilakukan oleh jemaat di luar Gereja,"tuturnya.
Pdt Roy Decky Tamaweol dalam khotbahnya di GMIM Eben Haezer menyampaikan bahwa Jemaat mula-mula memiliki cara hidup yang peduli pada orang lain, konsisten pada firman Tuhan, membangun kesatuan dan persatuan, hidup tanpa mendominasi antara satu dengan yang lainnya, sehingga mereka disukai banyak orang.
"Jemaat mula-mula hidup dengan mengutamakan kebersamaan, dan menghadapi kesulitan hidup dengan ekonomi yang injili dan persekutuan yang kokoh," katanya.
Sedangkan di GMIM Molas yang dimulai pukul 15.30 Wita Lumentut dalam sambutannya mengungkapkan agar GMIM Molas dapat menjadi satu di antara tempat untuk memperkuat ketahanan iman dan melatih ketrampilan bagi generasi muda Gereja.
Pdt Piet M Tampi dalam khotbahnya mengatakan bahwa perbedaan jangan dijadikan tembok pemisah dalam kehidupan bersama.
"Jemaat GMIM Syaloom Molas dapat membangun gedung Gereja ini karena mampu mengekspresikan iman dalam kehidupan bersama dan karena adanya persekutuan yang kokoh," ujarnya. (erv)