Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Manado

BI Gelar Kajian Ekonomi Regional

Kamis, 9 Agustus 2012 22:03 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Provinsi Sulawesi Utara memiliki keunggulan tersendiri dalam pengembangan ekonomi seperti letaknya yang berada di tepian pasifik yang menciptakan peluang sebagai jalur perdagangan dunia dan pusat-pusat distribusi barang dan jasa. Apalagi sulut sebagai salah satu dari lima propinsi destinasi unggulan pariwisata di indonesia.

Menurut Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Hary Sarudanjang yang diwakili Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sulut, Robby Asa dalam Desiminasi Kajian Ekonomi Regional II 2012 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kamis (9/8), mengatakan, startegi pembangunan Sulut dalampemantapan sektor ekonomi telah dan akan terus dilakukan melalui pemantapan grand strategi trade, tourism dan investmen.

"Dimana implementasinya memperhatikan dan berorientasi pada msayarakat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan ekonomi Sulut memperlihatkan perkembangan yang membanggakan," kata Robby.

Menurut Robby, pertumbuhan ekonomi Sulut ditunjukan dengan semakin mantapnya stabilitas makro ekonomi dan semakin aktifnya sektor riil atau produktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal yang merupakan pengembangan koperasi, UMKM, industri dan perdagngan serta investasi. Selain itu juga tak lepas dari dukungan dari BUMN, Perbankan, serta lembaga pendonor maupun lembaga swadaya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Suhaedi, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulut  pada triwulan II 2012 tercatat sebesar 7,47 persen. Menurutnya ini sedikit lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia yang berada pada kisaran  7,50  - 7,90 persen.

"Dari perkembangan PDRB dari sisi permintaan pada triwulan II konsumsi mencapai 5,21 persen. Konsumsi swasta mencapai 4,15 persen dan konsumsi pemerintah 7,25 persen. Kemudian ekspor mencapai 16,58 persen dan impor mencapai 18,06 persen," ujar Suhaedi.

Menurutnya konsumsi secara year on year tumbuh melambat dengan pula dengan investasi yang melambat yakni 12,80 persen. Sementara ekspor dan impor pada triwulan II 2012 menunjukan peningkatan dibandingkan tahun lalu.

"Dari sisi sektoral, sektora perdagangan hotel dan restoran menunjukan peningkatan yakni mencapai 8,40 persen, sektor pertanian juga mengalami peningkatan hingga mencapai sebesar 6,70 persen, sektor jasa jasa lainnya juga menunjukan peningkatan 7,20 persen. sedangkan sektor bangunan tumbuh melambat yakni 7,62 persen dibandingkan tahun lalu," jelasnya.

Dalam kajian ekonomi regional selain dihadiri Deputi Eksekutif Direktur KPPOD, IG Sigit Murwito, juga dihadiri kalangan perbankan, juga dihadiri kalangan akademisi, dan pejabat pemerintah daerah lainnya. (dma)
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas