Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Obama Tetap Unggul Bagi Yahudi AS

Mitt Romney, ke Israel hari Minggu (29/7/2012), diduga kuat bertujuan meraih simpati dari pemilih Yahudi AS,

Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Obama Tetap Unggul Bagi Yahudi AS
Presiden AS Barack Obama
TRIBUNMANADO.CO.ID-Kunjungan capres AS dari Partai Republik, Mitt Romney, ke Israel hari Minggu (29/7/2012), diduga kuat bertujuan meraih simpati dari pemilih Yahudi AS, demi kepentingan pemilu presiden AS pada November 2012.

Ini dilakukan bersamaan dengan menurunnya dukungan pemilih Yahudi pada Presiden AS Barack Obama.

Namun Obama tetap unggul bagi pemilih Yahudi AS. Demikian dituliskan di harian AS Miami Herald edisi Senin (30/7/2012).

Obama kehilangan sebagian dukungan dari pemilih Yahudi, tetapi itu disebabkan alasan ekonomi dan bukan karena kebijakannya terhadap Israel. Romney tidak akan bisa meraih suara signifikan dari Yahudi AS.

"Banyak pihak yang kecewa terhadap Presiden, tetapi saya akan tetap memilih dia," kata Bernard Witkin (63), warga Yahudi AS kepada Miami Herald.

"Saya tidak percaya dengan agenda-agenda sayap kanan, dan kami tidak setuju dengan Partai Republik tentang isu-isu sosial."

Walau dukungan menurun, tetapi menurut jajak pendapat yang dilakukan Gallup, Obama masih unggul dari Romney dalam opini pemilih Yahudi AS yang memiliki porsi 4 persen suara secara nasional, dan memiliki porsi 8 persen suara di Negara Bagian Florida.

Witkins menambahkan, pemilih Yahudi yang tidak terlalu konservatif kemungkinan akan beralih ke Romney. Namun Obama masih meraih 74 persen suara dari Yahudi AS. Ini turun 3 persen dibandingkan dengan dukungan pada John Forbes Kerry capres AS dari Demokrat pada tahun 2004, menurut lembaga non-partisan Solomon Project.

Yahudi AS dan para pakar mengatakan, komunitas Yahudi lebih liberal dan cenderung memilih Demokrat, dan ini belum berubah banyak. Kecenderungan ini tetap kuat dalam dua dekade terakhir.

Isaac Choeff (60) yang tidak menyukai Obama pun, tetap mengatakan pilihan Yahudi AS tetap tidak berubah secara keseluruhan.

Ira Sheskin, seorang profesor di University of Miami yang mendalami demografi Yahudi, mengatakan, Partai Republik tidak pernah sukses membujuk pemilih Yahudi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved