Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Uji Kompetensi Guru

UKG Tingkatkan Kualitas Mutu Guru

Mulai bergesernya paradigma guru yang pola pikir tidak lagi berorientasi pada mutu tetapi malah ke tunjangan menyebabkan potensi kinerja menurun.

Tayang:
Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Mulai bergesernya paradigma guru yang pola pikir tidak lagi berorientasi pada mutu tetapi malah ke tunjangan menyebabkan potensi kinerja menurun. Hal ini menjadi alasan hadirnya Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang wajib diikuti oleh guru-guru penerima tunjangan sertifikasi.

Pengelola Penerima Tunjangan Profesi Guru Minut yang terlibat dalam penyelenggaraan UKG, Wilson Poluan mengatakan untuk hari pertama Senin (30/7) besok sekitar 240 guru harus mengikuti UKG. Dalam ujian tersebut akan diukur sejauh mana prefesional dan kompetensi para guru dalam mengajar.

"Yang harus ikut tidak hanya PNS tetapi juga non PNS yang terdaftar sebagai penerima sertifikasi mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Karena guru penerima sertifikasi dinilai profesional tetapi potensinya sebagai guru mulai menurun," jelas Poluan pada Tribun Manado, Minggu (29/7).

Dalam pelaksanaannya ada nilai standart yang harus dicapai para guru. Jika tidak mampu memenuhinya maka akan diberikan kesempatan hingga tiga kali ujian ulang. Tiga kali masih belum memenuhi nilai standart maka guru yang bersangkutan dinilai tidak profesional.

Implikasinya pun berdampak pada guru itu sendiri. Misalnya tunjungan sertifikasi akan ditinjau kembali apakah berhak menerima atau tidak. Atau berpengaruh pada kenaikan pangkat, dipindahkan ke bagian administrasi, bahkan tidak menutup kemungkinan sanksi terberat dipensiundinikan.

UKG yang menggunakan sistem komputerisasi dan online menjadi beban bagi sebagian besar guru karena gagap teknologi sehingga tak paham dengan sistem yang diterapkan. Tetapi dalam proses ujian nanti panitia penyelenggara akan memberikan kemudahan dan pelatihan terlebih dahulu.

"Karena ini baru pertama kali dengan sistem online banyak guru yang tidak paham. Maka untuk memudahkan, pada keyboard (papan tombol) komputer yang ditampilkan hanya tombol jawaban a, b, c, d. Lainnya itu akan kami tutup, sehingga guru-guru tidak bingung mencari tombol jawaban," tambah Poluan.

Setiap guru yang ingin latihan akan diberikan kesempatan dan dapat didampingi oleh siapapun. Tetapi pada saat proses ujian berlangsung, tidak bisa lagi didampingi. Panitia melalui tim teknis hanya akan memberikan arahan selama 15 menit tentang pelaksanaan ujian dari awal hingga akhir. Mulai dari cara memegang mouse sampai menentukan jawaban.

Panitia juga telah menyiapkan kisi-kisi UKG yang dibagi-bagikan secara gratis untuk dapat dipelajari. Sebab durasi yang diberikan hanya 120 menit atau dua jam dengan jumlah pertanyaan yang belum diketahui pastinya.

Penyelenggaraan UKG di Minut sendiri terbagi di enam titik. Diantaranya SMPN 1 Talawaan, SMPN 1 Dimembe, SMPN 1 Airmadidi, SMP Kristen Yobel Kema, dan SMK Klabat. Setiap lokasi terdiri dari dua shift, masing-masing shift diikuti 20 guru. Oleh sebab itu dalam satu lokasi sekitar 40 guru yang mengikuti UKG dikali enam lokasi sehingga dalam sehari total guru yang mengikuti UKG ada 240 orang.

"Di Minut waktu pelaksanaan UKG yang diberikan hanya enam hari karena dilihat dari jumlah guru penerima sertifikasi. Tetapi batas pelaksanaanya sampai dengan 12 Agustus," tutup Poluan.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved