Perampokan

Perampokan di Dalam Taksi 'Gelap' Manado Merajalela

Parampokan dengan modus taksi gelap (mobil sewaan tak resmi atau berpelat hitam) kini mulai marak.

Laporan Wartawan Tribun Manado Susanty Otodu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Parampokan dengan modus taksi gelap (mobil sewaan tak resmi atau berpelat hitam) kini mulai marak terjadi. Korban kali ini menimpa ibu rumah tangga berinisial FM yang hendak ke Manado dari wilayah Tomohon. FM yang mengaku sudah tiga kali menumpang mobil pribadi sewaan (taksi gelap) sebelumnya tidak menaruh curiga.

Ditengah perjalanan tepatnya di Desa Kinilow tiba-tiba tanpa menghentikan laju kendaraan para pelaku yang diketahui empat orang beraksi. Korban menuturkan saat itu ia duduk dibangku tengah dibagian kiri bersebelahan dengan satu orang pelaku. Pelaku lainnya yakni sopir, satu duduk dibagian kiri depan dan satunya lagi duduk dibangku belakang.

"Tiba-tiba yang duduk didepan pindah kebelakang dan mengambil posisi dipinggir pa kita. Dengan begitu kita pe posisi jadi ditengah. Dorang langsung ba suara mana emas, mana hape, kita bilang kita nyanda pake emas, nyanda ada hape," tutur korban dihadapan penyidik Polresta Minut, Kamis (26/7/2012).

Merasa tak puas dengan jawaban korban, pelaku yang duduk dibagian belakang kemudian menarik rambut, kemudian menutup mulut dan mata korban menggunakan lakban. Pelaku lainnya kemudian mengikat tangan korban.Dalam posisi mulut dan mata dilakban serta tangan terikat korban masih sempat memberontak.

Akibatnya jari jempol kanan korban terluka karena terkena sayatan pisau yang telah disiapkan oleh pelaku. Dari aksi tersebut para pelaku juga berhasil merampas uang tunai milik korban senilai Rp 1,5 juta.

FM merupakan korban kedua setelah sebelumnya aksi dengan modus serupa terjadi pada korban bernisial KM (22) seorang karyawan bank pada Senin (23/7/2012) lalu. Bedanya FM dirampok dan KM tak hanya dirampok tetapi juga diduga diperkosa. Nasib keduanya persis, naik mobil dari Bawah Universitas Kristen Tomohon menuju Manado dan dibuang di Kampung Ambon, Kecamatan Likupang dengan kondisi tangan terikat dan mulut tertutup lakban.

Kasat Reskrim Polresta Minut, AKP Hanny Lukas membenarkan adanya laporan ini dan mengaku masih sementara dalam proses penyelidikan. Berdasarkan keterangan kedua korban para pelaku menggunakan mobil warna hitam. Tetapi belum dapat dipastikan jika kedua korban dilakukan oleh pelaku yang sama.

Penulis: Susanto_Amisan
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved