Pemerintahan
Bitung Daerah Rawan Aksi Penyelundupan
Kota Bitung sangat rentan dengan berbagai aksi penyelundupan dari luar daerah ke sejumlah wilayah yang ada di Indonesia
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Sebagai daerah penghasil ikan, Kota Bitung sangat rentan dengan berbagai aksi penyelundupan dari luar daerah ke sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Ini sebagaimana yang disampaikan Komandan korem 131 Santiago Brigjen TNI Johny Lumban Tobing, saat melakukan tatap muka dengan pemko Bitung di ruang rapat lantai 4, Jumat (20/7).
"Ini sangat beralasan karena letak kota Bitung berdekatan dengan negara tetangga dan mudah dijangkau lewat laut," kata Tobing. Untuk itulah ia mengajak semua kompenen keamanan yang ada di Bitung melakukan pencegahan terhadap masalah tersebut. "Karena pihaknya tidak mampu untuk bergerak sendiri dalam mencegah aksi penyeludupan tersebut tanpa bantuan dari unsur lain seperti Polri dan masyarakat. Saya tidak menakut-nakuti tapi ini memang kenyataan dan saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga keamanan di Kota Bitung," tuturnya.
Menurutnya, selain rawan akan akan penyuludupan senjata Bitung juga dianggap rawan dengan penyeludupan warga negara asing serta tindak kejahatan lainnya. "Seperti illegal fishing dan aksi terorisme yang memanfaatkan kelemahan pengamanan," tambahnya. Melalui kunjungan ini juga terkait dengan keberadaannya sebagai komandan korem 131 Santiago yang baru di daerah nyiur melambai dan Gorontalo. "Bitung merupakan daerah yang potensial sebagai kota industri dan pelabuhan sehingga mendatangkan daya tarik oleh berbagai kalangan untuk berinvestasi dan bekerja disini," kata dia.
Lanjutnya, dengan kondisi tersebut berbagai suku, agama dan ras berbaur di kota Bitung. "Bitung memiliki pelabuhan laut yang strategis di bibir pacific berbatasan langsung dengan kawasan asia pacific dan Filipina tentunya rawan terhadap berbagai ganguan keamanan," tuturnya. Pihaknya pun akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kota Bitung dan TNI angkatan darat untuk menjaga stabilitas daerah ini. "Kami akan sangat mendukung stabilitas keamanan di daerah ini, oleh sebab itu kami memiliki tangungjawab untuk mengawal berbagai kepentingan pemerintah dan masyarakat agar terciptanya suasana aman dan damai," katanya.
Ia menilai hal tersebut sebagai tujuan bagaimana menciptakan kondusifitas daerah yang benar - benar nyaman dan terkendali agar semua pihak dapat beraktivitas sebagaimana mestinya. " Keamanan dan kedamaian serta tetap pula membantu pemerintah untuk melanjutkan kemanunggalan TNI untuk membuka akses jalan di pulau lembeh serta kegiatan sosial lainnya," tegasnya.
Wali Kota Bitung mengatakan pemerintah dan masyarakat menyambut baik kunjungan ini. "Kami mengharapkan kerjasama yang telah terjalin selama ini akan terus dijaga dan ditingkatkan," kata Sondakh. Menurutnya kerjasama yang sudah ada agar tetap dilanjutkan, bukan hanya pada masalah keamanan melainkan hal-hal yang lain yang bisa dilakukan dalam rangka membantu masyarakat. "Kami sangat harapakan, yang pasti pemkot Bitung dengan senang hati menyambut dengan baik setiap kerjasama dengan jajaran TNI AD," tandasnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut wakil walikota Bitung Max Lomban, sekretrais daerah kota Edison Humiang, wakil ketua DPRD Maurits Mantiri, Forkumpimda, para asisten dan kepala SKPD di lingkungan pemerintah kot