»
Editorial
Visi Kota Manado Belum Dipahami Maksimal
Tribun Manado - Sabtu, 14 Juli 2012 09:22 WITA
Oleh : Ferol Warou, Kandidat Doktor Universitas Indonesia
PERMASALAHAN kemacetan dan sampah yang ada di Kota Manado saat ini menjadi masalah mendasar yang perlu ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) selaku penaggungjawab pengelolaan kota, agar visi menuju Kota Menyenangkan, yang dicita-citakan itu bisa terwujud.
Upaya yang selama ini dilakukan belum memecahkan permasalahan itu belum kunjung tuntas, karena kebijakan yang dibuat belum mengenah pada inti dan sumber permasalahan. Contohnya masalah sampah yang mengancam citra Taman Nasional Bunaken, belum optimal dicarikan solusinya, begitu pun dengan kemacetan yang makin hari bukan terurai, malah justru semakin parah.
Kendala terkait tatakelolah Kota Manado, saya lihat tertumpuh pada kurangnya pemahaman yang holistik dan komprehensif terhadap Visi Kota. Sejumlah instansi terkait dengan dua masalah mendasar itu, nampaknya masih kurang memahami secara menyeluruh tentang visi kota model Eko Wisata, sehingga tidak terejawantahkan dalam kebijakan teknis pada instansi dimaksud. "Saya melihat masalahnya ada pada kurangnya pemahaman akan visi kota. Akibatnya kebijakan yang dibuat tidak tepat sasaran, bahkan ada juga kelihatan bingung harus berbuat apa," ujar Warow.
Visi menjadi kota model Eko Wisata yang menyenangkan, patut dipahami secara menyeluruh oleh semua stake holder yang ada di Kota Manado, agar visi itu bisa terwujud melalui kebijakan yang mendukung visi serta kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan visi tersebut. Jika tidak maka bisa menjadi hal yang buruk bagi citra kota, termasuk masalah identitas yang melekat pada warga Kota. "Kebijakan harusla mendukung pencapaian visi dan tidak sebaliknya. Karena sudah ada buktinya, Kota Tretes, yang awalnya ingin menjadikan kota itu sebagai kota model ekowisata, akhirnya gagal akibat kebijakan yang dibuat tidak selaras dengan visi kota. Apalagi belakangan ini sudah ada konotasi negatif terkait perempuan Manado," ungkapnya mengingatkan.
Untuk itu sangat dibutuhkan pola kepemimpinan yang visioner, yang mampu mendistribusikan visi tersebut pada pimpinan-pimpinan instansi terkait, sehingga kebijakan teknis terkait pencapaian visi bisa terlaksana sesuai harapan. Selain itu, perlu ada sikap yang tegas dan berani untuk melakukan terobosan demi perubahan yang lebih baik. "Tanggung jawab atas tatakelolah kota ini titik tumpunya ada pada pemko, dimana pemerintah wajib menyusun langkah strategis untuk memecahkan masalah yang dihadapi Kota Manado, termasuk giat memberi penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya peran serta mereka dalam pengelolaan kota," tegasnya.
Penulis : Susanto_Amisan
Editor : Robertus_Rimawan