Rabu, 27 Mei 2015

Dumoga Jadi Kabupaten Baru, Bisa Dekatkan Pelayanan

Jumat, 13 Juli 2012 19:46

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Biaya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tak lebih dari Rp 12  ribu. Namun bagi warga yang tinggal di daerah Dumoga, biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bukan karena ada pungutan liar, tapi ongkos yang harus mereka tanggung saat pengurusan kartu diri tersebut yang justru lebih mahal.

"Apalagi sekarang, kami harus pergi ke Lolak jika harus mengurus hal-hal yang berhubungan dinas-dinas. Kami harus melewati dulu Kotamobagu, baru bisa mencapai ibu kota Bolmong tersebut," ujar Piet Kemur warga Kelurahan Imandi, Dumoga Timur, saat ditemui di kediaman Jack Sahanggamu yang berada di Desa Ibolian, Kamis (12/7/2012).

Pendekatan pelayanan tersebut merupakan satu di antara beberapa alasan yang membuat sejumlah warga Dumoga semakin mengebu-gebu untuk membentuk daerah otonom sendiri yang mereka sebut Bolaang Mongondow Tengah (Bolteng). Keinginan yang sebenarnya telah mencuat sejak awal milenium ini. Namun harapan tersebut sempat kandas.

"Kami sama-sama mengajukan pemekaran berbarengan dengan Boltim, Bolsel, Bolmut dan Kotamobagu, namun nyatanya kami tidak jadi mekar. Padahal dari sisi teknis dan administrasi, Dumoga telah memenuhi syarat," ujar Jack Sahanggamu.

Presidium Pemekaran Kabupaten Bolteng (PPKB) yang dibentuk warga Dumoga pun sempat vakum. Angin segar pun muncul saat beberapa calon kepala daerah memberikan janji politiknya, termasuk pasangan Salihi Mokodongan dan Yanny R Tuuk yang kemudian terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bolmong periode 2011-2016.

Semangat memekarkan wilayah tersebut kembali muncul setelah beberapa bulan pasangan tersebut dilantik. PPKB yang anggota ratusan orang,-termasuk Piet dan Jack-, mulai bergeliat. Bahkan elemen mahasiswa asal daerah tersebut pun turut mendorong. Beberapa aksi penutupan jalan AKD yang membelah Dumoga beberapa kali dilakukan.

Hal tersebut rupanya mendapat perhatian dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemprov akhirnya menurunkan tim ke daerah Dumoga, 4 Juni 1012. Tim yang dipimpin oleh Assisten I Pemprov Sulut Mecky Onibala tersebut bertujuan untuk memverifikasi usulan pemekaran kecamatan di daerah tersebut.

Halaman12
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Rine_Araro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas