A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dumoga Jadi Kabupaten Baru, Bisa Dekatkan Pelayanan - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribun Manado

Dumoga Jadi Kabupaten Baru, Bisa Dekatkan Pelayanan

Jumat, 13 Juli 2012 19:46 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG
- Biaya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tak lebih dari Rp 12  ribu. Namun bagi warga yang tinggal di daerah Dumoga, biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bukan karena ada pungutan liar, tapi ongkos yang harus mereka tanggung saat pengurusan kartu diri tersebut yang justru lebih mahal.

"Apalagi sekarang, kami harus pergi ke Lolak jika harus mengurus hal-hal yang berhubungan dinas-dinas. Kami harus melewati dulu Kotamobagu, baru bisa mencapai ibu kota Bolmong tersebut," ujar Piet Kemur warga Kelurahan Imandi, Dumoga Timur, saat ditemui di kediaman Jack Sahanggamu yang berada di Desa Ibolian, Kamis (12/7/2012).

Pendekatan pelayanan tersebut merupakan satu di antara beberapa alasan yang membuat sejumlah warga Dumoga semakin mengebu-gebu untuk membentuk daerah otonom sendiri yang mereka sebut Bolaang Mongondow Tengah (Bolteng). Keinginan yang sebenarnya telah mencuat sejak awal milenium ini. Namun harapan tersebut sempat kandas.

"Kami sama-sama mengajukan pemekaran berbarengan dengan Boltim, Bolsel, Bolmut dan Kotamobagu, namun nyatanya kami tidak jadi mekar. Padahal dari sisi teknis dan administrasi, Dumoga telah memenuhi syarat," ujar Jack Sahanggamu.

Presidium Pemekaran Kabupaten Bolteng (PPKB) yang dibentuk warga Dumoga pun sempat vakum. Angin segar pun muncul saat beberapa calon kepala daerah memberikan janji politiknya, termasuk pasangan Salihi Mokodongan dan Yanny R Tuuk yang kemudian terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bolmong periode 2011-2016.

Semangat memekarkan wilayah tersebut kembali muncul setelah beberapa bulan pasangan tersebut dilantik. PPKB yang anggota ratusan orang,-termasuk Piet dan Jack-, mulai bergeliat. Bahkan elemen mahasiswa asal daerah tersebut pun turut mendorong. Beberapa aksi penutupan jalan AKD yang membelah Dumoga beberapa kali dilakukan.

Hal tersebut rupanya mendapat perhatian dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemprov akhirnya menurunkan tim ke daerah Dumoga, 4 Juni 1012. Tim yang dipimpin oleh Assisten I Pemprov Sulut Mecky Onibala tersebut bertujuan untuk memverifikasi usulan pemekaran kecamatan di daerah tersebut.

Akhirnya, Gubernur Sulut SH Sarundajang memberikan rekomendasi pembentukan tiga kecamatan baru yang diserahkan kepada Pemkab Bolmong dan perwakilan PPKB tanggal 11 Juli 2012. Rekomendasi tersebut tentu saja memuluskan rencana warga Dumoga untuk membentuk daerah otonom baru.

Dalam PP Nomor 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah, syarat pembentukan daerah otonom baru minimal memiliki lima kecamatan. Dengan rekomendasi tersebut, daerah Dumoga bakal tertambah tiga kecamatan menjadi enam kecamatan.

"Saya optimistis, camat dan perangkatnya sudah bisa dilantik sebelum tanggal 1 Agustus 2012 yang merupakan tenggat moratorium (penghentian sementara) pembentukan kecamatan. Sebab itu, kami mendesak Pemkab dan DPRD Bolmong segera memperdakan tiga kecamatan baru tersebut," kata Piet yang diamini oleh Jack.

Keinginan presidium pun mendapat angin segar dari DPRD Bolmong. Abdul Kadir Mangkat, Ketua DPRD Bolmong, memastikan akan segera membawa rekomendasi tersebut ke Badan Musyawarah (Banmus) Dewan untuk dijadwakan rapat paripurna. "Kami mendukung keinginan warga Dumoga. Secepatkanya akan kami perdakan," ujar Kadir.
***

Rendi dan Noval Wawuran tampak asyik memperhatikan kendaraan yang lalu lalang di depan Pasar Ibolian, Kamis (12/7/2012) siang. Sisa air hujan masih menempel di sepeda motor yang mereka pakai. Kedua pemuda ini tampak mengernyitkan dahi saat ditanya tentang pemekaran Dumoga menjadi kabupaten sendiri.

"Saya pernah mendengar tentang pemekaran tersebut sejak beberapa tahun lalu. Namun kemudian tak terdengar lagi gaungnya," ujat Rendi yang warna pirang di rambutnya tampak mulai memdudar.

Namun kemudian, mereka menyatakan setuju dengan rencana pemekaran tersebut. "Kami setuju saja dengan pemekaran tersebut. Kami harap dengan adanya pemekaran tersebut bisa memudahkan kami terhadap akses pemerintahan dan kemajuan daerah," tanda Rendi
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
74170 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas