A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tak Lewat IPAL, 4 Perusahaan di Bitung Bakal Kena Sanksi - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Manado

Tak Lewat IPAL, 4 Perusahaan di Bitung Bakal Kena Sanksi

Kamis, 12 Juli 2012 18:13 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG
- Sejumlah perusahaan yang ada di Kota Bitung akan dikenakan sanksi dan diberikan pembinaan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bitung, karena melakukan pembuangan limbah ke laut tanpa melalui instalasi pembuangan air limbah atau ipal.

Ini terungkap dalam sosialisasi UU no 32 tentang pengelolaan lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah no 27 tahun 2012 tentang amdal serta evaluasi Adipura yang dilakukan pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bitung, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kamis (12/7).

"Saat ini ada 4 perusahaan di Bitung yang mendapatkan sanksi dari BLH yaitu PT Deho, PT Sinar Pure Food dan PT Manado Mina dan Bitung mina," kata Kepala BLH Adriana Dondokambey.

Dijelaskannya dalam penegakan hukum berupa sanksi serta Pidana sesuai UU no 32 tahun 2012 terkait ada 4 perusahaan Bitung yang telah melakukan pengrusakan lingkungan sehingga mendapatkan sanksi administrasi dari pihak BLH sesuai dengan undang-undang tersebut. "Ini baru mendapatkan sanksi administrasi dan sementara dibina oleh pihak kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Jika sampai dengan batas pembinaan pihak perusahaan tidak melakukan pembenahan maka BLH sendiri akan menuntut pidana akan kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan ini," tuturnya.

Lanjutnya setelah sanksi administrasi dilakukan dan tidak di gubris, maka pihak BLH akan melakukan penutupan perusahaan sekaligus menuntut pidana perusahan tersebut. "Dalam Undang-undang tersebut juga disebutkan jika minimal ancaman penjara bagi perusak lingkungan seperti ini adalah 3 tahun kurungan," tandasnya.

PT Sinar Pure Food enggan memberikan keterangan terkait temuan BLH tersebut dan justru melempar kepada orang lain. "Untuk masalah itu penjelesannya bukan pada saya, karena saya tidak bekompeten dalam hal ini," kata Max Pangkey bagian umum perusahaan pengelengan ikan tersebut. Menurutnya yang lebih berwenang untuk menjawab masalah itu silakan berhubungan langsung kepada IP alias Ivon. "Dia yang mengurus segala macam izin dan pembuangan limbah supaya lebih jelas," tandasnya
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas