Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Manado

Penyidik Tipikor Polresta Geledah Kantor Wali Kota Manado

Rabu, 11 Juli 2012 22:24 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO
- Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Manado melakukan penggeledahan terkait kasus gratifikasi di kantor Wali Kota Manado, Rabu (11/7/2012).

Pantauan Tribun Manado, Tim yang beranggotakan 7 orang yang dipimpin oleh kanit IV reserse kriminal Ipda Sutarta, tiba pukul 11. 00 Wita. Tim langsung menuju ruangan Tata Usaha Pimpinan (TUP) dan meminta berkas laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat Manado terhadap tersangka JP alias Jefri (48) warga Tikala Baru lingkungan I. Ini kali kedua Tim mendatangi kantor wali kota sebelumnya ditolak karena tidak memiliki surat penyitaan laporan dari pengadilan.

Namun sayangnya, pihak pemerintah kota (Pemko) Manado terlihat tidak mau memberikan berkas tersebut kepada penyidik kepolisian. Walaupun penyidik telah membawa surat penetapan pengadilan negeri manado untuk menyita berkas tersebut.

Hal tersebut tampak dimana penyidik harus bolak-balik beberapa ruangan termasuk ruangan Inpektorat, staf sekretaris kota, ruangan staf wali kota dan TUP namun hingga pukul 16.00 penyidik tidak mendapatkan berkas asli yang dibutuhkan. Padahal menurut catatan ekpedisi surat-menyurat berkas tersebut berada diruang wali kota.

Usaha penyidik untuk menyita LPH harus kandas ketika seorang staf diduga sengaja melaporkan hal tersebut ke Kapolresta Manado, sehingga Kapolresta Manado meminta personilnya untuk kembali. "Diduga sengaja dihalang-halangi karena tersangka orang dekat wali kota," ujar Sumber tidak mau dikorankan.

Seperti diketahui, Sabtu (6/5/2012)  Polresta Manado menetapkan kepala bidang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) pemko Manado terkait penipuan dan Gratifikasi sebesar Rp 260 juta.

Kasus ini bermula atas laporan seorang kontraktor bernama Steven Gaghana yang ditipu para tersangka. Tersangka Jefrie bersama 2 rekannya berinisial YA alias Yap dan AS alias Alfred  melakukan penipuan dengan modus menawarkan kepada para  kontraktor proyek fiktif.

Tersangka Jefri melakukan penipuan dengan modus dengan menawarkan proyek kepada kontraktor yang tergolong baru dan tidak mengenal pejabat di lingkungan pemko Manado dengan mengaku dirinya adalah kepala BPBD Boy Naray.Usai meyakinkan korbannya, tersangka pun meminta fee di muka sebesar 10 persen.

Steven yang mejadi korbanya ditawarkan proyek pemecah ombak di Karangria sebesar Rp 2,6 miliar. Korban yang percaya dengan apa yang dipaparkan oleh tersangka. Korban pun menyerahkan uang agar proyek tersebut bisa didapatkanya sesuai yng dijanjikannya. Namun sayangnya hingga waktu berlalu korban tidak mendapatkan apa yang dijanjikan. Selain Steven, korban lainnya adalah Robert Ghagana dan Marie Mendoma.

Kapolresta Manado, Amran Ampulembang saat dikonfirmasi mengatakan walaupun barang bukti tidak berhasil disita namun kasus tersebut akan tetap jalan. Berkas kasus tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan namun jaksa mengembalikan ke polisi untuk dilengkapi. "Penting kasusnya tetap jalan," tandas Ampulembang
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas