Trending Topics :
Mayat Ditemukan di Lapangan Bola Tenga
Tribun Manado - Senin, 9 Juli 2012 20:34 WITA
Share |
penemuan_mayat_di_tenga.jpg
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Warga desa Radey lingkungan IV kecamatan Tenga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di semak-semak lapangan bola, Senin (9/7).
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG
-  Warga desa Radey lingkungan IV kecamatan Tenga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di semak-semak lapangan bola, Senin (9/7).

Setelah diidentifikasi ternyata mayat tersebut adalah Dolfie Momongan (21) warga Teep. Warga juga ada yang mengenali korban, karena ternyata korban pernah bekerja di Radey.

Mayat Dolfie pertama kali ditemukan oleh Anne Kondoy warga setempat, saat hendak mengantarkan anaknya sekolah sekitar pukul 06.15 wita."Saya dan anak lewat di lapangan bola, dan melihat ada orang yang tertelengkup, saya kira orang mabuk sementara tidur, jadi saya terus saja," jelas dia. Lapangan tersebut memang tempat warga melintas.

Ia baru mengetahui bahwa itu adalah mayat, setelah akan kembali ke rumah."Setelah mengantarkan anak, saya panggil teman untuk melihat apakah orang itu masih hidup atau sudah meninggal, ternyata saat dilihat, memang itu mayat," jelasnya.

Ia mengaku tidak mengenali mayat tersebut, karena wajahnya menghadap tanah."Kami tidak berani membalikkan mayat tersebut, untuk itu kami hubungi hukum tua, dan hukum tua yang menghubungi polisi," jelas dia.

Senada dengan itu, Christie Muaya yang bersama Anne untuk melihat mayat tersebut mengatakan, awalnya hanya diajak oleh Anne Kondoy untuk melihat seseorang yang dikira mabuk dan tertidur di lapangan."Saya diajak tante Anne katanya ada orang mabuk di lapangan, karena penasaran saya ikut untuk melihat, setelah melihat dari dekat ternyata itu benar mayat," jelasnya.

Ia mengaku melihat, badan korban yang menggunakan kaus putih dan celana panjang hitam tersebut sudah membiru."Ada luka di tangan," kata dia.

Polisi yang datang langsung melakukan olah TPK, dan mengidentifikasi mayat tersebut, dan melingkari lokasi dengan garis polisi.

Diduga, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, karena terlihat ada tanda lebam di wajah, khususnya bagian mata, beserta beberapa luka baik di wajah maupun tangan.

Setelah unit identifikasi Polres Minsel melakukan olah TKP, mayat kemudian dibawa ke RS Kandow untuk dilakukan otopsi.

Sementara itu, Kapolsek Tenga AKP S Bassang saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa korban diduga korban pembunuhan." Kami masih menunggu hasil otopsi, dan melakukan pengembangan, untuk mencari pelaku," jelas dia.

Christie mengatakan, malam sebelumnya, sempat melihat korban yang datang ke warungnya untuk membeli rokok."Dia (korban) sempat beli rokok, setelah itu tidak tahu kemana," jelasnya.

Warga setempat mengatakan, korban memang pernah bekerja di Radey, namun sudah lama tidak pernah terlihat."Dia tukang senso, mungkin datang pengucapan di Radey,"jelas mereka.

Warga yang melihat kejadian tersebut, spontan langsung mengerumuni untuk melihat. Setelah polisi membalikkan tubuh korban, beberapa warga mengenali korban, sehingga polisi tidak kesulitan melakukan identifikasi.

Penulis : Alpen_Martinus
Editor : Rine_Araro

Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.

Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Manado Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


Facebook Comments
Comments
Advertise


Facebook