• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Manado

59 Penerima Beasiswa Bidik Misi Unsrat Dinonaktifkan

Jumat, 6 Juli 2012 14:23 WITA


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-
Sebanyak 59 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi telah dinonaktifkan dari keanggotaannya sebagai penerima beasiswa bidik misi. Hal ini dungkapkan Ketua Program Beasiswa Bidik Misi Unsrat Reiny Tumbol, kepada Tribun Manado, Jumat (6/7).

Menurut Reiny, penonaktifan 59 mahasiswa dari keanggotaan sebagai penerima beasiswa diambil setelah melalui beberapa evaluasi dan penilaian.

"Mereka dinonaktifkan karena IP (Indeks Prestasi) di bawah 1,0 dan selama tiga semester tidak mengalami peningkatan," tutur Reiny.

Selain itu, menurutnya, alasan penonaktifan ikut dikuatkan laporan kehadiran mahasiswa bersangkutan di fakultas masiang-masing. "Kebanyakan mereka hanya hadir dalam perkuliahan selama satu, dua, atau beberapa kali saja. Jangan heran kalau itu membuat IP mahasiswa bersangkutan di bawah 1," terangnya.

Menurut Reiny, sejumlah kebijakan telah diambil oleh pihak Unsrat dalam rangka membantu mahasiswa kurang mampu di Unsrat untuk dipermudah mendapatkan beasiswa bidik misi. "Seharusnya salah satu syarat bisa mendapat beasiswa ini mahasiswa harus memiliki IP paling rendah 2,75 untuk fakultas Teknik, dan 3,0 untuk fakualtas lain, tetapi karena banyak pertimbangan akhirnya diturunkan sampai IP 2,5," jelasnya.

Akan tetapi pada kenyataannya menurut Reiny banyak mahasiswa yang kemudian IP-nya di bawah standar yang diberikan tetapi orang tuanya tidak mampu dinyatakan lulus sebagai penerima bantun beasiswa ini.

"Dengan catatan untuk mahasiswa dengan IP di bawah 2,0 harus mendapatkan pembinaan dalam bentuk teguran dan arahan untuk memperbaiki prestasi akademik. Tetapi ternyata banyak juga yang lalai bahkan dari lapoaran fakultas jarang kuliah dan IP di bawah 1,0. Akhirnya dari hasil evaluasi maka diputuskan 59 mahasiswa dari angkatan 2010 dinonaktifkan sebagai penerima beasiswa karena dianggap tidak mampu memperbaiki prestasi akademiknya," tutur Reiny.

Secara keseluruhan sampai tahun 2011, menurut Reiny sebanyak 900 mahasiswa Unsrat terdata sebagai peserta penerima beasiswa bidik misi. "Dimana untuk tahun 2010 sebanyak 300 mahasiswa dan tahun 2011 sebanyak 600 mahasiswa," ujarnya.

Mengingat program beasiswa ini adalah proagram beasiswa termahal maka menurut Reiny Kemendiknas meminta untuk evaluasi dilakukan secara berkala setiap dua semester. "Untuk mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2011 akan mulai dievaluasi minggu depan, dan dari data yang ada masih besar kemungkinan banyak mahasiswa angkatan 2011 yang akan dinonaktifkan juga dari data penerima beasiswa ini," kata Reiny.

Untuk itu, Reiny berharap mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi bisa mengerti akan tanggung jawabnya. "Beasiswa ini menjamin mahasiswa bebas uang pendaftaran masuk, uang SPP, dan tiap bulan dapat dana 600 ribu rupiah, itu adalah hak mahasiswa penerima beasiswa. Tetapi yang bersangkutan juga harus mengerti tanggung jawabnya sebagai penerima beasiswa. Artinya beasiswa ini bukan hanya diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu saja, tetapi syaratnya harus dari keluarga kurang mampu dan memiliki prestasi akademik yg bagus," tandas Reiny. (ika)
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas