TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jumat (29/6/2012) siang warga Sario dihebohkan adanya penemuan mayat tanpa kepala. Mayat wanita berusia 35 tahun warga Sario Tumpaan itu ditemukan oleh suaminya. Tergeletak di pojok kamar tamu dalam keadaan tertelungkup dengan luka-luka pada bagian perut, dada, pinggang dan jari tangan.
Darah berceceran dimana-mana di seluruh bagian rumah. Perabot yang berada di dalam kamar tidur tersebut maupun diruang tamu berantakan. Setelah diindetifikasi polisi juga menemukan pisau. Dan setelah diperiksa lebih lanjut barang-barang milik korban berupa gelang, kalung, anting dan uang tunai, raib.
Oh, ternyata situasi di atas hanyalah rekaan skenario yang diadakan untuk lomba identifikasi mayat korban perampokan antar polresta di jajaran kepolisian daerah (polda) Sulawesi Utara (Sulut). Bertempat di Markas Besar Polda sulut seluruh unit idenfikasi berkumpul untuk berlomba menjadi yang terbaik. Lomba tersebut diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) bayangkara ke-66 dan memperebutkan piala Kapolda.
Beranggotakan 5 personil setiap tim dibagi tugas masing-masing. Tim identifikasi dengan teliti memeriksa satu persatu barang yang ada ditepat tersebut. Mencari dan mengambil sampel barang yang mungkin bisa dijadikan barang bukti. Walaupun hanya menggunakan tiruan potongan tubuh manusia tanpa kepala namun peserta dengan serius dan tekun melakukan identifikasi tempat kejadian perkara (TKP). "Walapun hanya lomba namun ini lebih sulit dan menegangkan," ujar anggota identifikasi dari Polresta Manado.
Direktur reserse kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulut Kombes Pol Jefri Lasut diwakili oleh Kasi Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Kompol Decky Rompas mengatakan lamba tersebut atas atensi kapolda sulut Brigjen Polisi Dicky Atotoy melalui Direskrimum untuk melaksanakan lomba oleh TKP antar polres jajaran Polda Sulut. "Melalui lomba olah TKP ini mereka dapat mengingat kembali ilmu yang mereka dapati dipendidikan maupun kejuruan khusus," katanya.
Selain itu pihaknya mengharapakan tim yang ada dapat melakukan oleh TKP yang benar sehingga jika ada kasus pencurian, pembunuhan, cepat dan mudah dapat tertangkap pelakunya. "Kecepatan, kerapian, ketrampilan. bagaimana mengangkat mayat dan mengumpulkan barang-bukti sangat penting," terang Decky.
Dia mengungkapkan masyarakat sering menyepelekan hal tersebut padahal identifikasi sangat penting karena salah melakukan identifikasi dari awal maka pelakukanya tidak akan ditemukan. "Itulah sebabnya saat ident masuk tidak sembarangan orang bisa masuk walupun polisi berpangkat apapun selain tim ident itu sendiri," jelas Decky.
Penulis : Aldi_Ponge
Editor : Robertus_Rimawan
Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.
Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.