Perampokan

Astaga, Perampok Nasabah Bank Berpakaian Parlente

Aparat Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya berhasil membekuk 6 pelaku perampokan.

Astaga, Perampok Nasabah Bank Berpakaian Parlente
Ist
Ilustrasi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Aparat Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya berhasil membekuk 6 pelaku perampokan spesialis nasabah bank. Satu di antaranya ditembak mati akibat melakukan perlawanan.

Dari hasil penyelidikan terungkap kalau komplotan perampok ini telah melakukan aksi kejahatan di 15 wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

"Biasanya, mereka mengincar nasabah bank, terutama yang baru mengambil uang dalam jumlah yang besar. Salah seorang pelakunya mengenakan busana perlente dan bertindak sebagai nasabah bank pada umumnya," ulas Kasubdit Jatantras AKBP Helmy Santika, saat gelar kasus di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Lanjut Helmy, komplotan tersebut biasa memata-matai korban terlebih dahulu, baru kemudian teman lainnya menunggu di luar dan mengikuti korban sampai dapat.

"Di tiga tempat terakhir, aksi mereka sangat brutal. Mobil korban dirusak, bahkan beberapa korbannya juga ditembak," katanya.

Ia mengungkapkan penyelidikan kasus ini berawal dari kasus perampokan di Jakarta Timur yang menewaskan Warga Negara Asing (WNA) beberapa waktu lalu.

Dalam perkembangannya, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap lima tersangka pada Kamis (21/6/2012) lalu yakni HR (36), AN (22), DS (20), MY (38), dan AM (45), serta seorang kawannya yang tewas RR (25) ditembak polisi.

Dari hasil penangkapan 5 tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 2 pucuk pistol kaliber 9, 50 butir peluru kaliber 9, sebuah mobil Daihatsu Xenia, sebuah Toyota Innova, dua mobil Honda handphone, paku, dan uang tunai.

Komplotan perampok ini mengakui kalau uang hasil kejahatan tersebut dihabiskan untuk berfoya-foya. Laporan Helmy, komplotan perlente ini juga tinggal di sebuah apartemen mewah Mediterania Kemayoran dan Gading Nias di Kelapa Gading. Hasil kejahatan yang telah dilakukan di 15 wilayah tersebut mencaai miliran rupiah.

Mereka memalsukan KTP dan membuat paspor kemudian jalan-jalan ke luar negeri. Sebagiannya lagi untuk modal berpura-pura sebagai nasabah bank dan mengincar korban lainnya.

Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved