Minggu, 1 Februari 2015

'Sengketa' Tor-Tor Malaysia vs Indonesia, Kesalahpahaman Arti Kata

Sabtu, 23 Juni 2012 14:19 WITA

'Sengketa' Tor-Tor Malaysia vs Indonesia, Kesalahpahaman Arti Kata
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Masyarakat Batak Toba menari tor-tor saat melakukan unjuk rasa di kantor Konjen Malaysia di Medan, Rabu (20/6/2012). Mereka mengecam keras pihak Malaysia yang mengklaim tarian tor-tor dan alat musik gondang sembilan

"Mengenai tari tor-tor ini, jawaban sementara dari kedutaan memang tidak ada klaim dari Malaysia atas tari tor-tor. Namun, pengakuan pemerintah Malaysia atas komunitas Mandailing," katanya di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya usai pembukaan seminar "Membangun Ekosistem Industri Kreatif Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Nasional Berbasis IT" yang diprakarsai Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Menurut Tifatul, klaim yang dimaksudkan adalah pengakuan pemerintah Malaysia atas komunitas Mandailing yang sudah lebih 70 tahun tinggal di negara itu, dengan jumlah anggota komunitas mencapai 50 ribu orang.

"Jadi, Malaysia mengakui keberadaan komunitas Mandailing, termasuk seninya, seperti tor-tor yang disejajarkan dengan tarian kesenian lain, seperti barongsai dari masyarakat China, India, dan sebagainya," katanya.

Dengan pengakuan Malaysia atas komunitas Mandailing, termasuk seninya itu, kata dia, tarian tor-tor boleh ditarikan di level nasional di Malaysia. "Sebab, Malaysia juga dikomposisi suku-suku dari Indonesia," katanya.

Mengenai pendaftaran budaya nasional itu ke Unesco (badan PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan) sebagai bagian "heritage" Indonesia, kata dia, sudah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Oleh karena itu, Tifatul menilai bahwa permasalahan itu sebaiknya diselesaikan melalui diplomasi pemerintah kedua negara, jangan sampai hal-hal seperti ini menghambat hubungan baik Indonesia dan Malaysia.

Halaman123
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas