Sabtu, 7 Maret 2015

Cicipi Kudapan Serba Durian

Sabtu, 23 Juni 2012 16:38 WITA

Sebut saja, talam duren, gulung duren, nastar duren, bolu kukus duren, ketan duren, muffin duren, sus duren, dan serabi duren, disediakan di Kedai Ulliko. Hanya dengan merogoh tak lebih dari Rp 10.000 per potong, Anda sudah bisa menikmati makanan yang diolah dari durian itu.

Menurut pemilik Kedai Ulliko, Yap Johannes, nama kedainya itu diambil dari nama anaknya, Ryuko. "Karena terlalu Jepang jadi saya ubah, malah ada yang nyangka berbau Jawa. Mungkin nama ini juga yang menjadi berkah tersendiri buat kedai saya" kata Yap Johanes kepada Warta Kota, di kedainya, belum lama ini.

Kedai Ulliko terletak di Jalan Boulevard Raya QA 3 No 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kedai itu terlihat nyempil di antara bangunan. Tak begitu luas ruangannya, hanya 5x8 meter. Satu etalase yang memajang aneka kudapan dari durian diletakkan di pojokan ruangan. Di salah satu dinding ruangan itu memuat aneka tulisan tentang Kedai Ulliko dari berbagai media massa. Plus satu poster berukuran 1x2 meter bertuliskan Ulliko.

Meski kedai itu kecil, tapi Ulliko yang berdiri sejak tahun 1999 itu sudah termasyur dengan kelezatan aneka makanannya yang diolah dari durian. Bahkan, pengamat dan penikmat kuliner, Bondan Winarno, pernah memuji kelezatan makanan di Ulliko.

Warta Kota penasaran dengan kudapan Ulliko dan ingin mencicipinya. Mata pun melirik aneka makanan ringan yang dijajakan di etalase kaca. Saking banyaknya kudapan yang disajikan dan semua pilihan begitu menggoda, saya jadi bingung memilihnya. Lalu, saya mendapat rekomendasi untuk memilih talam duren, gulung duren, dan pancake duren.

Talam duren yang bernuansa kuning tua kehijauan itu dihias dengan potongan daun berbentuk V. Saat lidah menyentuh permukaan talam terasa kasar. Tapi, setelah menggigit makanan itu, teksturnya lembut dan bagian dalamnya meleleh di lidah. Mata seakan merem-melek menikmatinya.

Lalu, saya menyantap gulung duren. Sepintas, bentuknya seperti kue dadar gulung. Tapi, gulung duren ini tidak hijau warnanya, melainkan putih tanpa pewarna. Rasanya pun benar-benar beda karena isinya bukan kelapa berbalut gula merah, melainkan fla durian.

Halaman123
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas