Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Piala Eropa

Buah Determinasi Tinggi

Portugal adalah serangan. Itu diterjemahkan Cristiano Ronaldo menjadi sebuah gol saat mengubur impian Republik Ceko

Tayang:

TRIBUNMANADO.CO.ID, WARSAWA, - Portugal adalah serangan. Itu diterjemahkan Cristiano Ronaldo menjadi sebuah gol saat mengubur impian Republik Ceko di National Stadium, Warsawa, Polandia, Kamis (21/6).

Tandukan di menit ke-79 yang diarahkan ke lapangan memantul dengan arah yang tidak diduga Petr Cech. Kiper terbaik Liga Champions Eropa tiga musim berturut-turut mulai 2004 hingga 2008 itu takluk.

Gol itu bermula dari gelandang Porto, Joao Moutinho yang mengirim umpan ciamik bagi sang kapten. Dalam laga itu Moutinho juga seolah berperan sebagai dirigen lapangan tengah yang tak kenal lelah.

Di babak semifinal, Portugal tinggal menunggu pemenang antara Perancis dan Spanyol untuk berebut tiket ke final. Pada laga perempat final pertama itu, Portugal telah menetapkan standar tinggi bagi tim lain. Penguasaan bola mereka 56 persen berbanding 44 persen

Total ada 20 kali percobaan mencetak gol, dengan lima di antaranya langsung mengancam gawang Cech. Sementara Ceko seperti lupa caranya menyerang. Mereka hanya membukukan dua kali upaya serangan dan tidak ada satupun yang membahayakan gawang Rui Patricio.

Pada laga itu, Michal Bilek seperti kehilangan akal menemukan pengganti pengatur serangan Tomas Rosicky. Ia memasang Vladimir Darida yang minim pengalaman di belakang juru cetak gol Milan Baros.

Padahal dalam laga sebelumnya ia memainkan Daniel Kolar saat menghadapi Polandia. Namun Baros yang bermain untuk Galatasaray tampak belum siap diturunkan dalam turnamen sebesar Piala Eropa.

Tukang gedor yang belum mencetak satupun gol itupun kembali telat menyambar umpan silang manis Darida di menit ke-18.

Sementara Ronaldo meneruskan dominasinya di kotak penalti Cech yang sudah dimulainya sejak menit ke-24.

Namun di tengah gelontoran serangan, Portugal mesti merelakan Helder Postiga di menit ke-39. Ia harus ditarik keluar lapangan menyusul cedera hamstring dan digantikan Hugo Almeida.

Memasuki babak kedua Almeida menggila. Selain mengirim umpan ia juga sempat menceploskan bola ke gawang Cech pada menit ke-57 sebelum posisinya dinyatakan offside.

Dalam upaya yang nyaris putus asa, Bilek menukar Darida dengan Jan Rezek untuk mempertajam serangan. Padahal dengan serangan Portugal yang terus membombardir kerap Petr Jiracek dan Vaclav Pilar turun membantu pertahanan.

Bahkan dalam upaya yang sia-sia, Petr Cech sampai harus maju ke depan gawang Patrcio dan menunggu umpan sepak pojok yang dieksekusi Jaroslav Plasil. Peluit panjang dibunyikan dan stadion yang dalam laga itu ditutup atapnya guna menghindari serangan badai bergemuruh oleh sorak sorai.

Wartawan Kompas MH Samsul Hadi dari Warsawa melaporkan, usai laga Postiga mengekspresikan kegembiraannya sekalipun ia belum bisa dipastikan berlaga di semifinal. “Saya gembira, kami bisa lolos ke semifinal dengan memukul Ceko. Siapapun lawan di semifinal, semua bisa terjadi,” katanya.

Michal Bilek mengatakan timnya telah menunjukan perbaikan setelah laga pertama. ”Tentu kecewa karena harus berakhir. Namun Portugal memang lebih baik,” katanya. (AP/AFP/Reuters/INK)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved