Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wawasan Kebangsaan

Nasionalisme di Talaud Masih Memprihatinkan

Wawasan kebangsaan Indonesia pada wilayah kepulauan terluar di Sulawesi Utara, seperti di Talaud, kondisinya masih memprihatinkan

Tayang:
zoom-inlihat foto Nasionalisme di Talaud Masih Memprihatinkan
ist
Risat Yusak Sanger, Ketua Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Sulawesi Utara
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wawasan kebangsaan Indonesia pada wilayah kepulauan terluar di Sulawesi Utara, seperti di Talaud, kondisinya masih memprihatinkan. Pasalnya, jiwa nasionalisme warga setempat masih belum tinggi.

Hal ini dikatakan, Risat Yusak Sanger, Ketua Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) Sulawesi Utara, bahwa, kondisi yang ada, di beberapa tempat kantor pemerintahan di Talaud tidak tampak betul rasa nasionalismenya yang kuat.

"Saya sempat jalan-jalan melihat ke kantor lurah di Talaud tidak satu pun saya lihat kibaran bendera merah putih," ungkapnya kepada tribunmanado.co.id, di Manado usai memberikan ceramah kebangsaaan di Talaud, Kamis (21/6/2012).

Selain itu, tambahnya, simbol-simbol kenegaraan di kantor pemerintahan pun tidak terlihat. Misalnya foto presiden dan wakil presiden serta lambang negara Garuda Pancasila tidak ada satu pun di kantor-kantor pemerintah. "Saya prihatin, jangan sampai warga di Talaud tidak mengenal betul bangsanya sendiri," ujar Risat.

Baginya, jiwa nasionalisme yang dimiliki setiap warga-negara itu wajib, karena apabila setiap orang sudah mengetahui bangsa dan negaranya secara matang, maka secara otomatis akan tahu tanggung-jawab dan haknya sebagai warga negara Indonesia.

"Nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan. Untuk menumbuhkan semangat kehidupan berbangsa, menuju kesejahteraan bersama," tegasnya.

Karena itu, sebagai solusi, Bakorda Fokusmaker Sulawesi Utara terus melakukan pendidikan dan pematangan nilai nasionalisme dengan metode pengajaran dalam seminar dan diskusi satu sama lain.

"Kita pun nantinya juga akan memberikan sumbangan bendera merah putih, lambang Garuda Pancasila, untuk ditaruh di kantor-kantor pemerintahan," ungkap pria bertubuh tambun ini.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved