Infrastruktur
Pembangunan Menara Alfa Omega Tuai Sorotan DPRD
Apa karena Ketua Banggarnya ex ofisio Ketua DPRD, sebab 3 dari Komisi B yang masuk dalam 9 anggota Banggar menolak proyek
Tayang:
Penulis: |
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON—Rencana pembangunan menara Alfa Omega
dengan ketinggian sekitar 40 Meter, di Pusat Kota Tomohon pada tahun 2012 ini
menuai sorotan dari personel DPRD Tomohon, saat dilaksanakan persentase di
ruang paripurna, Senin (18/6/2012).
Jeffry
Motoh, personel Komisi A DPRD Kota Tomohon mengatakan saat pembahasan di
tingkat komisi, pembangunan menara tersebut ditolak oleh, sebab dinilai belum
waktunya. Tapi, ditingkat badan anggaran (banggar) justru diterima.
“Apa karena Ketua Banggarnya ex ofisio Ketua DPRD, sebab 3 dari Komisi B yang masuk dalam 9 anggota Banggar menolak proyek itu. Dan untuk masa depan apa sudah sesuai tata ruang, serta member manfaat bagi masyarakat Tomohon,” imbuh kader Fraksi Partai Golkar itu, kemarin.
Menurutnya,
masih banyak persoalan dimasyarakat yang perlu dibenahi ketimbang membangun
menara, misalnya soal air minum, genangan air ditengah jalan, jalan rusak, bahkan
pengelolaan keuangan yang belum optimal, hingga belum terealisasinya utang
kepada pihak ke-3 secara keseluruhan.
“Memang di Tomohon sangat baik ada menara seperti itu, seperti di Jakarta kita bisa melihat Monas. Tapi, sebenarnya belum urgent, sebab reses (sera aspirasi masyarakat) banyak yang menolak, jadi mestinya ditunda dulu,” katanya.
Andy
Sengkey, Ketua DPRD Kota Tomohon meminta konsultan dan pemerintah lebih baik
lagi dalam melakukan presentase pembangunan proyek, dengan memperhatikan
kondisi nyata di lapangan. “Yang nyata tidak seperti itu (dipresentasekan
konsultan), jadi harus diubah dalam presentase ke depan, yakni seperti apa
adanya Kota Tomohon,” harapnya.
James
Kojongian, personel DPRD Kota Tomohon lainnya berharap pembangunan proyek
tersebut, harus sesuai dengan tata ruang yang ada, agar tak mengganggu
kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. “Jangan proyek hanya semau gua aja mau bikin apa,” ujarnya.
Djouke
Karouw, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tomohon
menjelaskan pembangunan menara itu, sudah sesuai dengan tata ruang. Sebab,
pemerintah menilai sudah saatnya dibangun, karena harus dilakukan secara
simultan, tak boleh sendiri-sendiri. “Soal
waktu pembangunan, kita pasti punya pendapat sendiri-sendiri. Tapi, menurut
pemerintah sudah waktunya dibangun, karena sudah direncanakan sejak 2 tahun
lalu, dan baru direalisasi sekarang,” tegasnya.
Pembangunan
menara itu, menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tomohon itu,
sangat bermanfaat dalam menunjang daerah ini menjadi pusat tujuan wisata dunia.
“Penataan kota dilakukan secara keseluruhan, termasuk menara yang dapat
dijadikan ruang publik, sebagai tempat santai, rekreasi dan manfaat ekonominya,”
ungkap Karouw.
Wilar kecewa