• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Manado

Veldbox Jadi Tempat Bakar Sampah

Kamis, 14 Juni 2012 11:21 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI
- - Sungguh memiriskan ketika menyaksikan Veldbox peninggalan sejarah penjajahan Jepang di Indonesia terbengkalai di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi Minut.

Velbox di Airmadidi Atas, merupakan satu dari beberapa Veldbox lain di Minut. Dari pantauan Tribun Manado, jangankan diperhatikan, Lebih memiriskan lagi, bangunan berbentuk bulat itu cuma dijadikan tempat membakar sampah.

Tepatnya, Veldbox dimaksud terletak dekat SPBU Airmadidi, sebelum jembatan. Di sekeliling bangunan kokoh buatan jepang untuk berlindung dari serangan udara itu rumput tumbuh lebat, jadi surganya sapi ternak memakan rumput. Terlihat jelas, sisa-sisa sampah di lubang Veldbox, kemudian bekas bakaran menghitam di dinding bangunan peninggalan jepang itu.

Stenly Lengkong, warga Kelurahan Saronsong pun mengetahui satu lokasi lain Veldbox di Minut yang terbengkalai. Kata Lengkong, letak Veldbox itu di Airmadidi, dekat dengan makam salah seorang anggota keluarganya. "Velboxnya dekat makam keluarga saya. Siapa yang mau ke sana. Didalam Velbox itu ada sarang lebah besar," katanya.

Menurut Lengkong, hampir semua kelurahan di Airmadidi, ada Veldbox serupa. Kondisinya pun terbengkalai.

Biasanya untuk sebuah situs sejarah, di beri tanda papan nama, sebagai bahan informasi bagi calon pengunjung. Khusus Veldbox, hal itu tak berlaku. Bak dianak tirikan, hanya Situs sejarah Budaya macam Waruga dan Kolam Mata Air Tumatenden yang dapat perhatian lebih.

Padahal, situs peninggalan jepang tersebar di Minut. Selain Veldbox masih ada juga goa jepang yang tersebar di Desa Sawangan dan Tanggari.

Kadis Pariwisata Minut Margaretha Rumokoy, mengakui situs Veldbox masih belum terakomodir sebagai situs budaya. Pemkab pun belum menganggarkan dana untuk pengembangan dan perawatan. Rumokoy mengakui, masih lebih memperhatikan situs budaya seperti waruga di Airmadidi Bawah dan Sawangan

"Masih lebih diperhatikan Waruga. Nanti mau inventarisir ulang kedudukan, kemudian akan ada renovasi," ujarnya.

Sama halnya dengan situs goa jepang. Rumokoy memprediksi tak ada orang yang akan mengunjungi situs itu "Buat apa disitu. Di lubang itu banyak ular, ada juga kaki seribu (lipan)," ujar Rumokoy sembari mengernyit.

Velbox Dihancurkan

Senasib dengan Veldbox di Manado, ada juga situs Veldbox di Airmadidi sudah dihancurkan beberapa tahun silam. Menurut Ben Tirayoh, tokoh masyarakat Airmadidi, veldbox itu dihancurkan ketika dibangun pabrik air mineral "Sudah lama Velbox itu dihancurkan, waktu dibangun pabrik air mineral. Dibongkar karena tidak dimanfaatkan," sebutnya

Ben pun mengakui, sejauh ini tak ada perhatian dari pemerintah dan masyarakat mengenai keberadaan veldbox, meski berdiri kokoh, nyatanya bangunan itu tak dianggap, beda halnya dengan waruga yang nyata-nyata bersentuhan langsung dengan masyarakat di bumi tonsea.

Secara pribadi pun, Ben menganggap Veldbox tak bersentuhan langsung dengan sejarah Minut. Bahkan sejak dari lahir, Veldbox hanya dianggap sebagai peninggalan bangsa Jepang, semasa penjajahan, untuk berlindung dari serangan udara, tak lebih dari situs sejarah bangsa sendiri "Bangunannya kokoh sekali. Biar dibom tak akan hancur," tuturnya. (ryo)
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas