• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Manado

Calon Mahasiswa Ikut Tes di Unsrat

Selasa, 12 Juni 2012 22:44 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Joice Hape

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengadakan test seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang diikuti oleh para calon mahasiswa yang diselenggarakan di beberapa fakultas di Unsrat, pada Selasa (12/6/2012).

Pengawas tes SNMPTN yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, tes SNMPTN akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut yang wajib diikuti oleh semua calon mahasiswa yang sudah terdaftar.

“SNMPTN dilaksanakan pada 12 Juni dan 13 Juni yang bertempat di beberapa fakultas di Unsrat. Pada 12 Juni ini ada dua ujian yang harus dikerjakan oleh setiap peserta ujian yaitu test potensi akademik (TPA) dan test kemampuan dasar matematika, bahasa inggris, dan bahasa indonesia. Pada test hari pertama ini didikuti kurang lebih 2.700 peserta. Sedangkan pada 13 Juni yang akan diuji adalah IPA bagi yang mengambil jurusan science dan IPS bagi yang mengambil jurusan sosial, ” ujarnya.

Menurutnya, hasil test SNMPTN  akan diumumkan pada 7 Juli mendatang. Bagi calon mahasiswa yang lulus akan melengkapi administrasi ke masing-masing fakultas yang dipilih.

“Dalam tes SNMPTN ini ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus. Namun bagi calon mahasiswa yang tidak lulus dalam jalur SNMPTN ini masih bisa mengikuti jalur masuk universitas negeri yang disebut dengan jalur T2 (Tumou Tou) yang akan dibuka pendaftarannya pada 9 Juli mendatang, selain itu ada juga jalur lainnya yang disebut sumikolah, ” ujarnya.

Jeni Rumouw, orang tua dari peserta test SNMPTN mengatakan, para calon mahasiswa diminta untuk membayar uang pendaftaran, sebelum mengikuti test SNMPTN.
“Kami diminta untuk membayar uang pendaftaran Rp 150 ribu untuk jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS), sedangkan untuk jurusan IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran) biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 175 ribu per orang. Biaya tersebut hanya untuk biaya pendaftaran test SNMPTN. Jadi kalau tidak lulus kami harus kembali membayar uang pendaftaran untuk jalur yang lain, ” ujarnya.

Jeni mengatakan, anaknya memilih untuk mengambil jurusan keperawatan di fakultas kedokteran, sehingga perlu mempersiapkan banyak biaya.
“Untuk biaya tentu kami sudah berusaha untuk bisa menyesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak jurusan. Namun sampai saat ini saya belum mengetahui secara pasti berapa uang pendaftran untuk jurusan keperawatan, nanti setelah lulus dari test SNMPTN ini baru dilengkapi administrasinya. Tetapi yang saya tau untuk masuk di keperawatan, biaya yang harus dipersiapkan itu lebih dari 15 juta, ” ujarnya.

Fehmi Langi, orang tua dari peserta test SNMPTN mengatakan, sebagai orang tua, ia sudah mempersiapkan biaya yang diperlukan oleh anaknya.
“Anak saya memilih fakultas kesehatan masyarakat (FKM). sampai saat ini kami masih diminta untuk membayar uang pendaftran Rp 150 ribu untuk test  SNMPTN, namun setelah lulus nanti kami juga akan membayar uang masuk kurang lebih Rp 15 juta, ” ujarnya.

 Fehmi mengatakan, sebagai wadah pendidikan, pihak kampus harus turut membantu para generasi muda untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena melalui pendidikan kampus akan menghasilkan para pemimpin yang membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.
“Masa depan bangsa itu ada di tangan para generasi muda, sehingga mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun saat ini saya melihat kinerja kampus justru lebih mempersulit mahasiswa dan orang tua. Padahal seharusnya membantu para mahasiswa ini untuk bisa kuliah tanpa adanya berbagai permintaan yang berlebihan.

Apalagi terkait biaya kuliah, saya berharap pihak kampus dapat memberikan keringanan kepada mahasiswa sesuai dengan prosedur dan biaya yang sudah ditetapkan, tanpa harus meminta biaya lain yang seharusnya tidak perlu dibayar karena sudah menjadi bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab mereka, ” ujarnya.
Bella K, calon mahasiswa fakultas kedokteran umum mengatakan,  test SNMPTN belum menjaminnya untuk lulus dan berhasil masuk fakultas kedokteran.
“Saya memilih untuk masuk kedokteran umum. namun saya juga tahu untuk masuk di fakultas ini memang bukan hal yang mudah. Bukan hanya otak yang dipersiapkan namun biaya dengan jumlah yang tidak sedikit, yang harus dipersiapkan yaitu sekitar Rp 50 juta sampai Rp 60 juta, ” ujarnya.

Bella mengatakan, ia berharap bisa lulus murni dan dapat diterima di fakultas kedokteran umum dengan nilai murni.
“Saya bercita-cita menjadi seorang dokter, sehingga saya brharap pihak kampus bekerja dengan jujur sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan melihat hasil test dan nilai murni yang diperoleh setiap calon mahasiwa, serta lebih mengutamakan para calon mahasiswa yang sebenarnya berhak untuk masuk kedokteran dibandingkan dengan mereka yang hanya mengandalkan uang atau koneksi atau kenalan, ” kata dia.

Wardianti, calon mahasiswa jurusan farmasi fakultas Mipa mengatakan, ia akan berusaha menjawab soal-soal ujian dengan baik dan benar agar bisa lulus test SNMPTN.
“Dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar saat ini memang terlihat cukup banyak, sedangkan pihak kampus memiliki kapasitas tertentu. Sehingga perlu diadakannya seleksi penerimaan mahasiswa baru. Tentu semua peserta test ini tidak semuanya lulus. Sehingga saya berharap pihak kampus harus menyeleksi setiap peserta dengan jujur tanpa ada unsur-unsur lain terkait biaya atau jaringan, karena akan mempermalukan dan merusak nama baik universitas, apalagi ini merupakan lembaga pendidikan yang harus menjadi teladan bagi semua lapisan masyarakat, ” jelasnya.
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas