Pembunuhan
Adegan ke 24, Nyawa Wanda Melayang
Reka adegan pembunuhan Wanda Panelewen, Siswi SMA Unklab Airmadidi diperagakan Nelson Kaurow.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Reka adegan pembunuhan Wanda Panelewen, Siswi SMA Unklab Airmadidi diperagakan Nelson Kaurow Tersangka Pembunuhan sebanyak 63 Adegan.
Sedikit berbeda, reka adegan tidak digelar di tempat pembunuhan sebenarnya di lokasi hutan, di ujung Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi.
Menurut Kasat Reskrim AKP Hanny Lukas, hal itu dilakukan atas pertimbangan keamanan tersangka dan jalannya reka adegan, niat itu pun diurungkan.
Gantinya, Penyidik memilih sejumlah tempat, yakni perumahan Polisi di markas Polres Minut, lokasi hutan di antara jalan by pass - Pemukiman Desa Tumaluntung, Jembatan di Desa Kauditan, dan sebuah jembatan kecil di Desa Mapanget (dekat bandara Sam Ratulangi. Penyidik pun harus menghabiskan waktu 4 jam untuk menyelesaikan adegan per adegan.
Merujuk fakta lokasi sebenarnya, seharusnya reka ulang dilakukan di Desa Sawangan, Kota Manado, Desa Teep dan Amurang. Namun kata AKP Lukas hal tersebut bukan persoalan "Yang penting adegannya bisa direka ulang," sebut dia.
Adegan diawali di lokasi perumahan polisi tepat belakang markas Polres. Diumpamakan, tempat itu merupakan rumah Wanda di Desa Sawangan. Adengan itu menunjukan Nelson menjemput Wanda di rumahnya dengan mobil Daihatsu Xenia.
Peran tersangka dilakoni langsung Nelson, sementara korban, diperagakan seorang anggota Polwan.
Kedduanya pun naik mobil ke sejumlah tempat. Lokasi selanjutnya dilakukan di hutan jalan by pass Tumaluntung. Lokasi itu diumpamakan menjadi tempat Wanda dibunuh.
Singkat cerita, Nelson pun memperagakan adegan ke 24, ketika mencekik leher Wanda. Dalam adegan selanjutnya, korban sempat melakukan perlawanan namun menggaruk leher Nelson. Tersangka pun mengangkut tubuh korban ke mobil.
Usai rangkaian adegan di lokasi pembunuhan, penyidik memilih Jembatan di Desa Kauditan, diumpamakan sebagai tempat jenazah Wanda di buang. Dalam adegan itu Nelson memperlihatkan ia mengakut Wanda dari Mobil, kemudian membuang tubuh korban yang digantikan sebuah dummy.
Lokasi selanjutnya yang menjadi lokasi terakhir, tempat dimana Nelson membuang ponsel Wanda, usai digunakan membalas pesan singkat teman Wanda. Penyidik memilih jembatan di Desa Mapanget, dekat pekuburan umum. Adengan itu menunjukan nelson melempar ponsel. Belakangan Ponsel tersebut tak ditemukan Polisi.
Adegan per adegan pun diabadikan dengan kamera. Foto nantinya akan disertakan dalam berkas pelimpahan ke kejari.
Jefry pun sempat memprotes rekonstruksi tak digelar di lokasi sebenarnya, ia pun tak menolak kalau pun Polisi mengeliminasi lokasi di Minsel, karena dianggap terlalu jauh.
Padahal, ia berani menjamin jalannya reka adegan akan berlangsung aman.
"Saya memang pasti akan emosi. Tapi tidak akan membuat kekacauan. Kalau pun ada itu cuma unjuk rasa, dan itu unjuk rasa damai. Kalau mau ribut justru akan berhadapan dengan hukum," kata dia.

