Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Manado

Ilmu Kebal Dikalahkan Air Keras

Kamis, 7 Juni 2012 09:34 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Karena mengikuti ritual uji bersih hati dengan ilmu kebal mencuci tangan menggunakan air keras, enam orang anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Polsektro Jatinegara mengalami luka bakar di kedua lengan dan sebagian wajah, Rabu (6/6/2012) dini hari.

Seorang di antaranya meninggal dunia, Rabu siang, setelah dirawat di RSUD Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Korban meninggal dunia adalah Sudirman (46), warga Kelurahan Cipinangcempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Sementara korban luka bakar ialah Mamat Syahroni (57), Mat Sani (48), Sugeng (37), Djoko (41), Agus Salim (40). Kelimanya warga RW 7, Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dari lima anggota Pokdarkamtibmas yang terluka, empat orang dirawat intensif di lantai 7 dan Lantai 2 ruang luka bakar RSUD Budhi Asih. Sementara seorang lainnya yakni Agus Salim, dirujuk ke RS ST Carolus, Salemba, Jakarta Pusat.

Ritual ilmu kebal untuk menguji kebersihan hati ini dilakukan di rumah Ketua RW 07, Bidaracina, Mamat Syahroni, di Jalan Tanjunglengkong, RT 5/7, Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (6/6) sekira pukul 01.00.

Wakil Kepala Polsektro Jatinegara Ajun Komisaris Triyono, mengakui para korban adalah anggota Pokdarkamtibmas Polsektro Jatinegara yang merupakan mitra polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Triyono diduga kasus ini awalnya mau ditutup-tutupi oleh para anggota Pokdarkamtibmas. Pasalnya usai kejadian tidak ada anggota Pokdark yang melapor. "Kami baru dapat laporan sekitar pukul 9 pagi," kata Triyono.

Triyono mengatakan dari hasil olah TKP, pihaknya menenemukan dupa dan dirigen serta baskom yang berisi air keras. Semua barang itu sudah diamankan pihaknya. Menurutnya sampai saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini dan belum dapat menetapkan apakah ada tersangka atas kasus ini. "Kami masih dalami," katanya.

Kasat Reskrim Polrestro Jaktim, AKBP Dian Perri, menjelaskan kasus cuci tangan dengan air keras yang menimpa enam korban anggota Pokdarkamtibmas Polsek Jatinegara, dimana seorang diantaranya meninggal dunia, diduga kuat karena mereka sedang mencoba ilmu kanuragan yang diyakini sudah mereka peroleh.

"Info awal sementara, mereka itu katanya 'ngelmu'. Tapi masih didalami lagi," kata Dian saat dihubungi Rabu (6/6/2012).

Dian menuturkan sampai Rabu sore, pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus tersebut. "Masih diperiksa dan diselidiki dulu," kata Dian.

Dian mengatakan, penyiraman air keras ini merupakan kesengajaan dan bukan kecelakaan. "Mereka mau ngetes bareng-bareng ilmunya, tapi tidak mempan," katanya. (bum)

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas