Minggu Trinitatis
Hidup yang Berpusat kepada Yesus Kristus
Orang Kristen menjadi anak-anak Allah hanya di dalam Yesus Kristus
Pendeta HKBP Manado Resort Sulawesi Utara
TRIBUNMANADO.CO.ID- Firman Tuhan pada minggu Trinitatis ini menegaskan bahwa hidup orang Kristen (Gereja) sepenuhnya berpusat kepada Yesus Kristus (Kristosentris). Pertama, karena Allah yang benar hanya dapat dikenal di dalam Yesus Kristus (ayat 20).
Orang Kristen menjadi anak-anak Allah hanya di dalam Yesus Kristus (ayat 19). Hidup orang Kristen sepenuhnya terpelihara di dalam Yesus Kristus; iblis dan kuasanya tidak dapat menjamah orang yang percaya kepada Yesus Kristus (ayat 18).
Oleh karena itu wajarlah kalau minggu Trinitatis ini mengedepankan pengenalan akan Yesus Kristus yang adalah gambar Allah sepenuhnya (bnd. Kolose 1:15, 19).
Pada zaman gereja mula-mula, penegasan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sepenuhnya (100% Allah) sangat penting karena aliran Doketisme dan Gnostikisme terus mengganggu iman orang Kristen, dengan ajaran antikrist mereka yang menentang ke-Allahan-Nya. Yohanes menegaskan bahwa Yesus Kristus lahir dari Allah; Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal (ayat 20).
Yesus Kristus adalah Anak Allah yang datang ke dunia (bnd. Yohanes 1:1; 1:14). Yesus Kristus datang ke dunia supaya kita mengenal Yang Benar, yaitu Allah Bapa yang mengutus Anak-Nya yang tunggal, Juruselamat dunia.
Yesus Kristus datang ke dunia supaya kita mengenal Allah yang benar dan hidup yang kekal melalui penebusan oleh darah Anak-Nya yang tunggal itu. Yohanes dalam nas khotbah ini memberikan satu petunjuk yang dapat menjadi acuan kita untuk mengukur apakah kita sudah mengenal Allah yang benar, dan sudah menerima kehidupan kekal, yaitu dengan menanyakan apakah kita sudah seperti Yesus Kristus yang tidak berbuat dosa selama hidup di dunia ini?
Orang Kristen yang benar tidak akan berbuat kejahatan apa pun; segala sesuatu yang dikerjakannya adalah yang sesuai dengan kehendak Allah, seturut dengan firman-Nya. Apabila kita sudah mengenal Allah dan menerima kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus, maka kita sebagai anak-anak Allah tidak akan berbuat dosa lagi. Sesuai dengan teologi Yohanes, maksudnya tidak berbuat dosa adalah: Pertama, kita sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Sebab, sesuai dengan Yohanes 16:8-9 dosa adalah ketidak-percayaan kepada Yesus Kristus. Kedua, kita sungguh-sungguh memiliki dan menggunakan kuasa anak Allah untuk mengalahkan iblis dan segala kuasa yang jahat (bnd. Yohanes 1:12) Oleh karena itu orang yang percaya kepada Kristus Yesus tidak dapat dijamah oleh iblis (ayat 18 bnd. BE 145:3).
Singkatnya, orang Kristen sesungguhnya sudah bebas dari pengaruh dosa dan kejahatan, dan sebagai anak-anak Allah tidak akan melakukan kejahatan apa pun sepanjang hidupnya, baik kepada dirinya sendiri, kepada orang lain dan kepada seluruh ciptaan (bnd. Markus 16:15).
Minggu Trinitatis kali ini menyerukan agar seluruh hidup kita berpusat kepada Kristus dengan: a) menjadikan Kristus sebagai kepala yang harus ditaati dengan sepenuh hati. Segala yang kita pikirkan dan rancangkan dalam hidup dan pelayanan kita (sesuai dengan talenta dan profesi kita masing-masing), harus selalu kita pertanyakan apakah semua itu sudah sesuai dengan pikiran dan kehendak Kristus? (Filipi 2:5);
b) Menjadikan Kristus sebagai model pengambilan keputusan etis secara umum, dan secara khusus dalam menilai dan menentukan sikap terhadap persoalan aktual yang terjadi di sekitar kita; termasuk dalam hal ini ketika korupsi, egoisme dan hedonisme telah dianggap sebagian besar orang sebagai corak kehidupan era globalisme. Orang Kristen harus mampu tampil beda, tidak malah terbawa arus, atau membenarkan yang salah oleh karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat;
c) Menjadikan gaya komunikasi sosial Yesus Kristus sebagai model percakapan dan dialog kita kepada semua orang yang harus kita menangkan (perdamaikan) bagi Kerajaan Allah (bnd. Kolose 1:21-22).
Artinya, memang kita harus membenci segala yang jahat, tetapi adalah tanggungjawab kita untuk menegus dan memperingatkan orang jahat itu agar menyesali kejahatannya dan kembali ke jalan kehidupan yang disediakan Allah di dalam Kristus Yesus.
Kecuali orang itu sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada iblis dengan melakukan dosa yang tidak dapat diampuni, maka kita tidak usah melakukan apa-apa lagi, bahkan tidak perlu mendoakannya sekalipun (bnd. 1 Yohanes 5:16-17). (*/obi)