Yongki Sedih Orang Tuanya Tak Hadiri Acara Penamatan SMK
Tribun Manado - Sabtu, 2 Juni 2012 20:03 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANAD.CO.ID,
BITUNG - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Mangamba Bawenti di
Kelurahan Dorbolaang Lingkungan III Kecamatan Lembeh Selatan, pasca
meninggalnya dua anggota keluarga pasangan suami istri Sebedeus Hamise
(39) dan Rensi Man (39), karena penganiayaan dan bunuh diri Jumat lalu.
Rasa
sedih ditunjukan anak korban Yongki Hamise (18), dimana dirinya tidak
bisa merayakan kelulusan dirinya dari SMK 3 Bitung bersama kedua orang
tuanya. "Rencannya Papa dan Mama mau hadir dalam acara penamatan saya
dari SMKN 3 Bitung karena sudah lulu Ujian Nasional," kata Yongki kepada
Tribun Manado.
Sambil tertunduk, pria yang bercita-cita ingan
bekerja di kapal sangat terpukul atas kepergian kedua orang tuanya.
"Yaaah.. Tidak tau mau bilang apa lagi," tambahnya. Kini bersama dengan
sang adik Reva menjadi anak yatim, yang tidak memiliki orang tau. Mereka
pun berencana akan tinggal bersama oma mereka. "Mau tinggal bersama oma
saja di Kelurahan Dorbolaang, sementara rumah yang berada di kelurahan
yang sama dekat pantai akan dikunjungi sesekali," tuturnya.
Sementara
itu Sisco kerabat korban lainnya mengaku tidak meyangka akan terjadi
hal seperti itu. "Keduanya tidak memiliki masalah apa-apa dalam rumah
tangga," kata Sisco. Ia pun mengaku sempat bertemu dengan kedua korban
beberapa hari sebelum kejadian terjadi.
"Kemarin dulu saya ketemu
dengan mereka berdua, bicara baik-baik dan sama sekali tidak kelihatan
ada permasalahan karena kedua korban memiliki sosok yang pendiam,"
tuturnya.
Terpisah Embo Madi (45) ipar satu diantara korban
menuturkan, bahwa korban Sebedeus Hamise memiliki gangguan kejiwaan
semasa hidupnya. "Sebedeus memang sudah sejak tahun lalu mengalami
gangguan jiwa, dan pernah letas kontrol kemudian dilarikan ke rumah
sakit jiwa Manado," kata Madi.
Diceritakannya, penyebab
penganiayaan yang Sebedeus lakukan kepada sang istri karena penyakitnya
kambuh sehingga tidak mengatahui perbuatannya. "Akhir-akhir ini Sebedeus
sudah tidak mau lagi minum obat," tambahnya. Meskipun demikian sang
istri tetap kuat dan pantang mundur dalam merawat san suami yang
mengidap gangguan jiwa.
"Saya salut kepada istrinya yang tetap
semangat menjaga dan mengurus kedua anaknya sampai bisa sekolah dan
selesai sekolah," ujarnya. Rensi Man (39) merupakan istri dari Sebedeus
Hamise (39) yang tewas akibat penganiayaan yang dilakukan suaminya di
perkebunan Kelurahan Dorbolaang Jumat sore. Sementara itu Sebedeus tewas
setelah menggantung dirinya dengan seutas tali dikamar rumah mereka di
kebun.
Kasus ini sendiri saat ini telah dihentikan oleh pihak
kepolisian, karena berdasarkan KUHP jika tersangka meninggal otomatis
kasus tidak diteruskan lagi. "Berdasarkan KUHP ps 77, kasus ini tidak
bisa diteruskan lagi karena tersangka sudah meninggal dunia," kata.
Kapolsek Bitung Selatan AKP Suntaka. Pihaknya, kini hanya melakukan
pemeriksaan saksi untuk keperluan kelengkapan berkas. "Kami tinggal
melakukan pemeriksaan saksi untuk kelengkapan beras saja," tandasnya.
Kedua pasangan suami dan istri, dimakamkan diladang pekuburan Kelurahan Dorbolaang Kecamatan Lembeh Selatan Sabtu sore.(crz)
Penulis : Christian_Wayongkere
Editor : Budi_Susilo