Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konjen AS Untuk Indonesia

AS Sediakan Beasiswa Pengelolaan Lingkungan

sekitar tahun 1997 sampai 2003 pihak Amerika juga telah memberikan dana 7 Juta Dollar AS

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Manado Robin Tanauma 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Konsul Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) untuk Indonesia di Surabaya, Kristen Bauer, bersama Michelle J Morales bagian Poltical and Economic Officer Konjen AS melakukan diskusi terbuka dengan pihak pengelola Taman Nasional Bunaken, di Pulau Bunaken, Sabtu (2/6/2012)

Dalam diskusi terbuka pihak Konjen AS diterima, Roy Pangalila dari WWF, Eko Handoyono dari Balai Taman Nasional Bunaken, Lucky S dari Forum Peduli Masyarakat Taman Nasional Bunaken, Jeffry Pasinaung sebagai direktur dari Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken, Boyke Toloh dari Akademisi Unsrat dan Rendi dari Himpunan Pengusaha Wisata Lokal Bunaken.

Menuru Bauer dalam diskusi terbuka tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bersama Presiden Republik Indonesi (RI), Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah menandatangani kemitraan komprehensif antara AS dan RI yang menyangkup banyak area, termasuk didalamnya area tentang lingkungan.

"Sebelum adanya komprehensif, sekitar tahun 1997 sampai 2003 pihak Amerika juga telah memberikan dana 7 Juta Dollar AS dalam program membantu nelayan di area ini, melakukan budidaya ikan, membantu nelayan untuk mencari ikan," jelas Bauer

Kunjungan ke Bunaken sekaligus di diskusi terbuka tersebut, Bauer ingin menanyak sistem tersebut apakah masih berkelanjutan hingga saat ini, apakah nelayan bisa melindungi lingkungan melestarikan agar terus berbudidaya serta dari agency yang berbeda dalam mengelola Taman Nasional Bunaken apakah ada terjalin kerjasama yang baik atau tidak.

"Keindahan taman lautnya cantik, tadi saya juga lihat dari kaca perahu, dan pastinya akan banyak turis akan datang, tapi bagaimana mengelola mereka?," tanya Bauer dalam diskusi tersebut.

Bauer juga menyampaikan rasa bahagia bisa mendatangi Bunaken dan menghadiri diskusi terbuka.

"Kami Konsulat Jenderal di Surabaya, menangani 12 propinsi di Indonesia bagian timur, di area lain kami mendapati masalah sama. Untuk itu ahli-ahli dari AS bisa didatangkan berbagi pendapat keahlian dalam pengelolaan," jelas Bauer kemudian meminta nama dan alamat peserta diskusi untuk bisa menghubungi atau dihubungi terkait adanya persoalan pertanyaan dan lainnya terkait pengelolaan Bunaken.

Bauer juga dalam diskusi tersebut menyampaikan adanya ketersediaan beasiswa bagi warga Manado yang berprestasi untuk mendapatkan beasiswa khusus dalam pengelolaan lingkungan.

"Baik muda maupun tua berhak mendapatkan beasiswa, beasiswa dikhususkan dalam pengelolaan lingkungan," jelasnya

Bauer mengakui pihak Konjen AS tidak memiliki dana lagi untuk pengelolaan Taman Nasional Bunaken, namun melalui program-program dari pengelola taman nasional Bunaken, pihaknya sebagai Konjen AS akan memediasikan bagi organisasi pendanaan yang berada di luar Indonesia untuk membantu pengelolaan Taman Nasional Bunaken.

Menanggapi pertanyaan dari Kristen Bauer,
Boyke Toloh, mengakui, sejak adanya kerjasama yang ada antar pihak pengelolaan Bunaken berjalan sampai sekitar tahun 2004, selanjutnya hingga sekarang pengelolaan sudah berjalan sendiri-sendiri.

"Program tetap jalan, masyarakat terlibat, walaupun ada pelanggaran dalam zonasi tapi itupun yang datang atau lakukan nelayan atau pihak dari luar kawasan Bunaken," ujarnya

Ditambahkannya pengelolaan di Taman Nasional Bunaken tetap eksis tapi juga banyak kendala, diakuinya pendapatan pengelolaan di Bunaken ada Rp 1,3 Miliar pertahun, padahal tugas pengawasan pengaturan kawasan Bunaken mencapai 89 ribu hektare.

"Dengan dana dan luas yang ada, berarti hanya 40 dollar per hekatare anggaran yang sebaiknya ada Rp 3-5 Miliar per tahun, masih bersyukur juga instansi membantu walaupun tidak terintegrasi," jelasnya

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved