Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembangunan Kampus IPDN

Ratusan Buruh Ancam Demo

Janji tersebut tidak terlaksana karena manager kontraktor tidak muncul dilokasi pekerjaan pada tanggal yang telah dijanjikan.

Tayang:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ratusan buruh pada proyek pembangunan kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) mengancam akan melakukan aksi demo. Aksi ini dipicu pembayaran gaji untuk dua bulan yang belum direalisasikan pihak kontraktor.

Narto (70), buruh bangunan asal Boyolali, Jawa Tengah saat diwawancarai Tribun Manado, Jumat (1/6/2012) mengatakan jumlah buruh yang belum mendapat gaji selama dua bulan mencapai sekitar 150 orang buruh yang berasal dari Jawa. Selain itu, sekitar 50 buruh dari Minahasa juga mengalami hal serupa.

Dirinya menjelaskan, beberapa hari lalu para buruh telah mempertanyakan hak mereka pada manager proyek. Saat itu para buruh mendapat janji tunggakan gaji tersebut akan dibayar Rabu (30/5/2012). Namun janji tersebut tidak terlaksana karena manager kontraktor tidak muncul dilokasi pekerjaan pada tanggal yang telah dijanjikan. Umumnya setiap buruh akan mendapat gaji sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta.

"Kami kecewa karena janji pembayaran gaji tidak ditepati. Pekerjaan telah selesai sejak sembilan hari lalu, namun kami belum mendapat gaji. Kami hanya ingin hak kami diberikan sekaligus uang transport untuk pulang kedaerah kami masing-masing sesuai yang dijanjikan kontraktor," ujarnya.

Seorang buruh lainnya, Tado (24) mengatakan dirinya sudah tidak tahan berlama-lama di Minahasa. Menurutnya, setelah pekerjaan usai dirinya sangat ingin pulang kedaerahnya. Menurutnya, kondisi keluarganya di Demak, Jawa Tengah sangat sulit. Dirinya tidak bisa mengirim uang karena gaji mereka belum diberikan.

"Beberapa hari lalu keluarga saya di kampung menelepon dan mengatakan tidak punya uang lagi. Mereka tidak lagi mendapat pinjaman dari tetangga karena hutang sudah terlalu banyak. Saya terus memikirkan kondisi mereka di kampung," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, uang tersebut sangat berarti untuk mereka. Menurutnya, dia selalu terbayang apakah keluarganya dikampung telah makan atau belum.

Berdasarkan pantauan Tribun Manado, hampir tidak ada lagi pekerjaan di lokasi kampus IPDN. Hanya ada beberapa orang yang nampak keluar masuk lokasi kampus seluas sekitar lima hektar tersebut. Pimpinan kontraktor pekerjaan tidak nampak di lokasi tersebut.

Rektor IPDN, Dra Roosye Kalangi sempat terlihat memasuki komplek perkuliahan tersebut. Berdasarkan informasi Tribun Manado, beberapa pimpinan dari Kementerian Dalam Negeri datang meninjau perkembangan pembangunan kampus tersebut.

Saat Tribun Manado mencoba bertemu denga Kalangi untuk mengkonfirmasikan keluhan para buruh, beberapa petugas keamanan tidak mengizinkan masuk dalam komplek kampus. Menurutnya ada pertemuan penting yang tidak bisa diganggu.

"Maaf anda tidak bisa masuk karena ibu melakukan pertemuan penting," ujar petugas keamanan tersebut. (luc)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved