Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pendidikan

Kepala Sekolah Aniaya Guru

Terkait adanya penyimpangan sejumlah bantuan di sekolah itu

Tayang:
Penulis: |
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNAMANDO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Siltje Yacob (48), guru agama di SDN 3 Pangian Kecamatan Passi Timurt terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit TNI di Kotamobagu setelah mendapat aniaya dari AK, kepala sekolah sekolah tersebut.  Siltje mengaku dipukul di bagian kepala dengan gagang sapu yang terbuat dari besi.

Ditemui di ruangan perawatan rumah sakit, Sabtu (26/5/2012) malam, Siltje mengatakan tidak tahu menahu mengapa sang Kepsek berperilaku seperti itu kepada dirinya. Namun dia mendunga kejadian tersebut diduga terkait masalah dana bantuan operasional sekolah (BOS) bagi sekolah tersbut.

Sebelum kejadian, tersiar kabar yang tidak bisa dipertangungjawabkan tentang aduan Siltje kepada Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Ventje Tumbel terkait adanya penyimpangan sejumlah bantuan di sekolah itu. Siltje sendiri tidak tahu menahu tentang hal tersebut. "Saya tidak pernah melaporkan apa pun kepada Kacabdin," kata dia.

Perubahan sikap AK mulai ia rasakan sejak Rabu (23/5/2012) atau setelah kepsek tersebut mengaku mendapat teguran dari Ventje Tumbel.  Sampai akhirnya kerenggangan tersebut memuncak pada Jumat (25/5/2012). Hari itu, tak pernah disangka oleh Siltje, AK menganiaya dirinya.

Penganiayaan tersebut bahkan dihadapan Ventje. Saat itu, Siltje sedang memperhatikan Ventje yang sedang mengisi buku tamu. Tiba-tiba, AK memukul kepalanya dengan gagang sapu. Tak henti sampai di situ, perempuan ini pun dipukul.

"Setelah itu, leher saya dicekik dan rambut saya ditarik kemudian dicabik-cabik. Melihat kejadian itu, Kacabdin langsung melerai. Yang saya heran, tidak ada upaya adik dan anak kepsek yang saat itu melihat kejadian untuk melerai perbuatan itu,” tambah Siltje.

Terpisah, Ventje Tumbel membenarkan kejadian tersebut. Dia pun tak menyangka jika perempuan kepala sekolah tersebut tega menganiaya Siltje. Ventje menyesalkan kejadian tersebut. Bahkan, dia mengatakan, Siltje tidak pernah mengadu masalah di sekolah tersebut.

"Kabar adanya pengaduan dari Siltje sunggu merupakan hasutan semata. Saya berharap pemerintah memperhatikan hal ini dan sedianya segera mencabut predikat guru profesional yang disandang oknum kepsek tersebut,” kata Ventje.

Senada, Wakil Bupati Bolmong Yanny R Tuuk mengatakan, jika kejadian tersebut benar adanya, maka sanksi tegas akan diberikan kepada kepsek AK. "Kalau memang terbukti kesalahanya, bukan tidak mungkin akan dipecat," kata dia saat menjenguk Siltje di rumah sakit.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved