A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dewan Ancam Jemput Paksa Manajemen PT JRBM - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Manado

Dewan Ancam Jemput Paksa Manajemen PT JRBM

Minggu, 27 Mei 2012 19:42 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG
- DPRD Bolmong agendakan kembali rapat dengar dengan  PT J-Resources Bolaang Mongondow Raya (JRBM), Senin (28/5/2012).

Legislatif akan jemput paksa pihak manajemen JRBM jika terus mangkir terhadap permintaan rapat dengar tersebut.

"Lintas komisi di dewan akan hearing perusahaan. Jika mangkir hingga panggilan ke tiga, kami akan minta aparat jemput paksa manajemen JRBM," ujar Ketua Komisi III Chirun Mokoginta, Minggu (27/5/2012).

Dia menegaskan fungsi pengawasan dewan bukan hanya timbul ketika sudah ada masalah. Pengawasan tersebut mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan kegiatan. Sebab itu, menurutnya, wajar jika dewan memanggil manajemen PT JRBM.

Agenda hearing tersebut adalah untuk memastikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan miliki. Dewan mendapatkan informasi jika AMDAL yang dipergunakan PT JRBM hanyalah salinan dari PT Avocet Bolaang Mongondow.

Chairun mengatakan, Komisi III DPRD Bolmong akan merekomendasikan penolakan terhadap perusahaan pertambangan PT  JRBM yang beroperasi di wilayah blok Bakan Kecamatan Lolayan, jika informasi tersebut benar adanya.

"AMDAL tidak bisa copy paste. Jika perusahaan masuk, maka AMDAL yang sudah ada perlu direvisi lagi. Kalau tidak, kami akan keluarkan rekomendasi ke Kementerian ESDM, Kementeria Kehutanan dan Lingkungan Hidup, untuk menolak PT JRBM," tegas Chairun.

Menurutnya, secara teknis AMDAL lama tidak bisa dipakai. Apalagi, manajemen pengelola blok Bakan tersebut sudah berbeda. Dia mengingatkan, pada tahun 2006 di wilayah Bakan terjadi banjir bandang yang menyisakan lumpur setebal lima centimeter lebih.

"Soal AMDAL itu tak gampang, harus melihat wilayah yang akan dianalisis dan diteliti. Selain itu melihat riwayat wilayahnya, dan masih banyak lagi aspek yang perlu diperhatikan," tambah dia.

Sebelumnya, pihak Manajemen PT JRBM melalui Kisman Paputungan menyatakan, perusahaan tersebut masih memiliki AMDAL yang masih berlaku. Dia mengatakan pemaparan AMDAL ini akan dilakukan oleh tim pusat perusahaan tersebut.

"Yang jelas AMDAL-nya ada. Yang akan menyampaikan pemaparan soal AMDAL ini adalah tim dari pusat," kata dia.
Penulis: Edi_Sukasah
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas