Infrastruktur
Warga Pasang Pohon Pisang di Jalan AR Hakim
Sebagian warga Kotobangon yang bermukim sekihtar Jalan AR Hakim kembali melancarkan protes.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Sebagian warga Kotobangon yang bermukim sekihtar Jalan AR Hakim kembali melancarkan protes. Setelah plang-plang berisi tulisan tak digubris, sejak Selasa (22/5/2012) atau sehari jelang hari jadi ke-5 Kotamobagu sebagai daerah otonom mereka memasang pohon-pohon pisang di jalan tersebut.
Kemeriahan peringatatan hari jadi ke-5 Kotamobagu sebagai kota otonom yang jatuh pada tanggal 23 Mei sudah terasa. Di sudut-sudut kota, sebagian masyarakat menghias jalan mereka dan membuat gapura sederhana di jalan masuk pekarangan rumah.
Namun kemeriahan yang berbeda terlihat di Jalan AR Hakim, Kotobangon. Sejak beberapa minggu terakhir mereka sudah memasang penghalang jalan agar kendaraan tidak melaju kenjang karena banyaknya debu. Bahkan, satu hari jelang peringatatan hari jadi Kotamobagu semakin menjadi.
Mereka memasang pohon-pohon pisang di tengah-tengah jalan. Beberapa tulisan bernada protes pun mereka pasang di pohon-pohon pisang tersebut. Di antaranya bertuliskan 'Jalan Kebun Menuju Kota' dan 'Adi Pura-pura.' Bahkan seorang warga menyeletuk akan memasang tulisan selamat HUT Kotamobagu.
"Ya, begini. Tidak ada perhatian. Pak Wali sedang tidur sementara Bu Wawali sedang jalan ke luar kota," ujar seorang perempuan yang sambil menunjuk jalan yang berdebu dan berkerikil. Seorang pria menimpali, "Sudah berbulan-bulan warga di sini harus mandi debu."
Neltje, warga di daerah di daerah tersebut, mengatakan, Pemkot Kotamobagu telah berjanji akan melakukan pengaspalan paling lambat pada April tahun 2012 ini. Namun kenyataanya hingga Mei ini, janji tersebut belum terbukti.
Saking kesalnya dengan keadaan jalan tersebut, Lucas, warga setempat, mengisahkan, kepala lingkunganya sempat dikejar-kejar ibu rumah tangga di RT 11 itu. Ini lantaran, sang pala mau mencabut plang di jalan tersebut yang bertuliskan Pak Wali tidur.
Bukan cuma warga setempat yang harus merasakan terpaaan debu dan jalan yang berlubang. Rahman, seorang pengemudi bentor mengaku tersiksa dengan keadaan tersebut. "Pemerintah juga tidak mengerti saat warga memasang palang di jalan," kata dia.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kotamobagu Sande Dondo mengatakan pengaspalan akan segera dilaksanakan. Bukan hanya di ruas jalan tersebut, tapi juga di beberapa ruas jalan di empat kecamatan di Kotamobagu.
"Saat ini sudah memasuki proses pemasykan penawaran. Kalau sudah ada pemenang, maka langsung akan dihotmix. Mei ini sudah ada pemenang ," ujar Sande.