• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Manado

KPR Griya Idaman BNI Tidak Lihat Besarnya Suku Bunga

Senin, 21 Mei 2012 08:40 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Dalam meningkatkan kehati-hatian Bank dalam pemberian KPR, Bank Indonesia mengatur besaran Loan To Value (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang dilaksanakan pada 15 Juni mendatang. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Manado meyakini pasar memiliki mekanisme penyesuaian diri terhadap pemberlakukan Down Payment (DP) sebesar 30 persen terhadap KPR. 

"BNI meyakini pasar memiliki mekanisme penyesuaian diri terhadap pemberlakuan DP 30 persen untuk KPR yang akan diterapkan dalam waktu dekat ini Hal ini seperti penciptaan skim atau produk baru untuk segmen yang terpengaruh aturan tersebut, penyesuaian rencana bisnis dan anggaran belanja dan refocusing target segmen penjualan KPR," kata Head of Consumer dan Ritel BNI Wilayah Manado, Indomora Harahap, pada Tribun Manado, Minggu (20/5).

Mora menambahkan, pastinya peraturan ini akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan KPR. Namun disisi lain akan meningkatkan kualitas kredit konsumer perbankan, karena peningkatan DP akan menyerap resiko gagal bayar kredit konsumer tersebut.

"Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah, BNI telah mempersiapkan produk baru khususnya dengan BNI Griya Idaman yang MoUnya telah ditandatangani BNI-REI bersamaan dengan acara HUT REI ke-40 di Manado kemarin," ujarnya.

Ia menambahkan, kerjasama tersebut merupakan fasilitas pembiayaan perumahan yang dirancang khusus untuk melayani masyarakat yang akan melakukan pembelian rumah melalui KPR. Angsuran yang diberikan sangat  ringan dan jangka waktu yang fleksibel khususnya untuk perumahan yang dikembangkan oleh developer anggota REI.

"Khususnya untuk rumah di bawah tipe 36 dan harganya Rp 80 juta. KPR Griya Idaman tidak dilihat besarnya suku bunga, melainkan besaran angsuran yang dapat diserap masyarakat," ucap Mora.

Mora menjelaskan, dengan tenor 20 tahun, sasaran pembiayaan ini ditujukan untuk konsumen yang membeli rumah di bawah tipe 36 meter persegi atau luas 36 dengan harga di atas Rp 70 juta sampai Rp 200 juta.

Seperti diketahui, BI memberikan masa transisi ketentuan selama tiga bulan. Waktu tersebut dianggap memadai bagi Bank untuk melakukan penyesuaian Standard Operating Procedures (SOP), sosialisasi, serta penyesuaian pelaporan ke Bank Indonesia. Setelah masa transisi, seluruh KPR dan KKB harus diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengenaan sanksi diberikan kepada bank yang melanggar ketentuan tersebut di atas berupa pengenaan sanksi adminsitratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 mengenai Penerapan manajemen Risiko. (def)
Penulis: Deffriatno_Neke
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
69332 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas