Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perkebunan

Pasokan Kopra Terjaga Harganya Menurun

Harganya menurun, terasa sejak bulan lalu di awal April.

Tayang:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Komoditas perkebunan kopra di Kota Manado masih terbilang aman, pasalnya, ketersediaan pasokan Kopra masih terjaga, melimpah ruah, malahan dari sisi harga belakangan ini sempat menurun.

Hal ini dikatakan oleh Pedagang Kopra Pasar Karombasan, Via Malonda, menjelaskan, pasaran untuk kopra masih stabil tidak ada gejolak kenaikan harga. "Masih aman-aman saja, kopra tidak lagi lesu pasarnya," ungkapnya kepada tribun manado di tokonya, Rabu (16/5/2012).

Melihat harga pasaran, harga kopra itu sedang melorot. Menurut Via, ini dipengaruhi oleh masih banyaknya ketersediaan kopra. Banyangkan saja, hitungan per harinya Via mampu mengumpulkan kopra dari para petani sampai diangka tiga ton.

"Petaninya itu datang dari Kota Manado, bahkan ada juga dari luar Manado seperti daerah Tomohon atau juga Minahasa Utara," urai perempuan berkulit putih ini.

Sekarang ini, jelasnya, harga kopra yang dibeli dari petani ke pedagang pengumpul adalah Rp 4.800 per kilogramnya. Harga ini oleh Via, dinilai menurun sebab sebelumnya, harga berada dikisaran angka Rp 7 ribu per kilogramnya.

"Harganya menurun, terasa sejak bulan lalu di awal April. Dimungkinkan, harga pasti akan terus menurun," ungkapnya.

Tetapi ujarnya, untuk memasarkan kopra tidak telalu sulit, masih ada pasar yang masih mencarinya. Kopra masih menjadi kebutuhan dari beberapa pabrikan industri pengolah bahan baku kopra. "Saya biasanya jual lagi ke beberapa pabrik-pabrik di Bitung, kadang juga ke luar Sulut (Sulawesi Utara)," kata Via. (bdi)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved