Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Manado

Apindo: Mudah Berinvestasi Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Jumat, 18 Mei 2012 09:16 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID , MANADO
- Tugas pokok pemerintah daerah itu adalah mensejahterakan rakyatnya. Cara mencapainya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, yang diimbangi pola investasi yang bersahabat.

Hal ini dikatakan, Sekertaris Jendral Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anton Supit, bahwa, keterbukaan lapangan kerja di daerah itu penting untuk meningkatkan pergerakan perekonomian yang ujungnya menghasilkan kesejahteraan daerah itu sendiri.

"Makanya dari pemerintah sendiri itu harus berikan kemudahan berinvestasi, jangan ada lagi hambatan-hambatan," tegasnya kepada tribunmanado.co.id, melalui telepon genggamnya, Rabu (9/5/2012).

Berkaca pada negara Cina yang ada di daerah Sunchen, tuturnya, waktu 30 tahun ke kebelakang penduduk Suncen hanya 300 ribu tetapi kini sudah mencapai 15 juta orang yang berasal dari beragam macam orang dengan kemampuan pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Daerahnya terbuka, bagi siapa saja. Jadi daerahnya itu hidup, investor banyak yang datang, tersedia lapangan kerja, ekonomi daerah tumbuh baik," ungkapnya.

Khusus di Sulawesi Utara, yang paling cocok untuk mengembangkan perekonomian adalah usaha jasa perdagangan, kalau pun ada berbasis industri itu pun hanya perikanan.

"Syaratnya harus sedia jalan, pelabuhan dan penerbangan yang baik, supaya ada orang yang mau minat investasi, sekarang kalau jalan ya tidak sedia siapa yang mau berinvestasi," katanya.

Karena itu, bila pemerintah tidak mampu membuat iklim investasi yang baik dan terciptanya lapangan kerja luas menandakan pemerintah telah gagal mengelola daerahnya.

"Menurut kami, Sulut itu provinsi yang pertumbuhan ekonominya masih biasa-biasa saja, bila kita bandingkan dengan daerah lain seperti di Solo yang dengan gaya kepemimpinan seorang Jokowi, lebih maju," ujarnya.

Ia melihat, diperolehnya penghargaan berupa Adipura, kemudian dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian itu penting, tapi lebih penting itu parameter keberhasilan daerah itu terbukanya lapangan kerja luas.

"Kadang sudah ada pengurusan satu pintu tapi dilapangan masih saja ada hambatan-hambatan dari pihak tertentu, harusnya sudah tidak ada lagi, investasi harus dimudahkan," tegas Anton. (bdi)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas