Bentrokan
Bentrok di Malut Berawal dari Bom Molotov
Warga Kelurahan Mangga Dua dan Toboko, Kota Ternate Utara, Maluku Utara, selalu diidentikkan dengan bentrokan.
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi
TRIBUNMANADO.CO.ID, TERNATE — Warga Kelurahan Mangga Dua dan Toboko, Kota Ternate Utara, Maluku Utara, selalu diidentikkan dengan bentrokan. Warga dari kedua kelurahan ini berulang kali terlibat bentrok. Senin (14/5/2012) malam, bentrokan antara keduanya kembali terjadi.
Peristiwa bentrokan ini ternyata berawal dari lemparan bom molotov dari orang tak dikenal di bilangan Kelurahan Toboko, sekitar pukul 19.30 WIT. Warga setempat menduga orang tak dikenal itu berasal dari kelurahan tetangganya yang sering bentrok dengan mereka, yakni Mangga Dua. Dugaan ini muncul karena sejak Minggu (13/5/2012) hingga Senin (13/5/2012) warga kedua kampung sempat bentrok.
Saksi mata menyebutkan, ledakan bom molotov yang tepat di depan rumah seorang warga berasal dari dua pemuda yang mengendarai sepeda motor. "Mereka dari arah selatan menuju utara, kemudian kembali ke arah selatan dan melempari bom molotov di depan rumah ibu Sin Hamdja," ungkap seorang warga dari Kelurahan Toboko yang mengaku melihat peristiwa tersebut.
Akibat kejadian itu, terjadi konsentrasi massa di Toboko. Tepatnya di salah satu jembatan perbatasan antara Toboko dan Manga Dua. Dalam suasana warga yang tengah terkonsentrasi akibat ledakan bom molotov, kelompok warga dari Mangga Dua datang dan menyerang mereka. Kedua kelompok saling melempari menggunakan batu dan botol bekas.
Ada warga yang menggunakan senapan angin, bahkan ada pula yang menggunakan bom molotov. Banyak juga yang menggunakan panah wayar sebagai alat perangnya.
Kepala Polres Ternate Ajun Komisaris Besar Slamat Topan bersama Dandim 1501 Letkol ARM Syaiful Rizal yang turun langsung mengamankan peristiwa bentrokan dengan cara persuasif, tak dihiraukan warga. Mereka bersikeras dan tetap saling menyerang satu sama lain. Petugas keamanan dari Sat Brimobda Maluku Utara akhirnya membubarkan massa secara paksa dengan cara menembakkan gas air mata dan tembakan ke udara.
Danrem 152 Babullah Kol CZI Moch Efendi tampak bersama anggotanya turun mengamankan peristiwa tersebut. Setelah massa berhasil dibubarkan, petugas keamanan yang terdiri dari anggota TNI/Polri langsung melakukan pembersihan di sepanjang jalan akibat bentrokan tersebut.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di Jalan Hasan Esa sempat macet. Namun, hingga pagi tadi, suasana arus lalu lintas kembali normal seperti biasa. Hingga pagi ini, di dua kelurahan masih tampak aparat keamanan berjaga-jaga untuk mengantisipasi bentrok susulan.