Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liga Italia

Cassano Sempat Tak Percaya Tuhan

TANGGAL 30 Oktober 2011, semua pemain AC Milan bahagia. Mereka meninggalkan Roma dengan lega, suka, dan bangga

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu

AFP
Striker AC Milan, Antonio Cassano.


TANGGAL 30 Oktober 2011, semua pemain AC Milan bahagia. Mereka meninggalkan Roma dengan lega, suka, dan bangga. Sebab, mereka mampu meraih kemenangan 3-2 atas tuan rumah dalam lanjutan Liga Serie-A.

Di atas pesawat, mereka pun bercanda dan tertawa. Namun, saat turun dari pesawat dan pindah ke bus, tiba-tiba salah satu bintang mereka, Antonio Cassano, terdiam. Bahkan, ia sempat menunjukkan perilaku aneh. Bahkan, ia kemudian tak bisa bicara. Ternyata, Cassano terkena serangan stroke.

Kariernya terancam. Namun, dia kemudian menjalani perawatan dengan baik. Bahkan, dia juga menjalani operasi jantung yang memang bermasalah. Setelah lima bulan, dia akhirnya bisa bermain lagi. Meski begitu, bukan perkara mudah melewati masa-masa sulit yang juga mengancam hidupnya itu.

Cassano termasuk jarang mau diwawancarai panjang lebar. Namun, kali ini dia menjelaskan banyak hal soal pengalaman mengerikan itu kepada Milan Channel. Bahkan, ia sempat berbicara emosional dan sambil menangis. Berikut hasil wawancaranya.

Kamu sangat jarang mau diwawancarai panjang. Kenapa?

"Aku lebih suka membantu orang lain. Sehingga, aku tak bisa menikmati pembicaraan tentang diriku sendiri."

Apakah kamu merasakan tanda-tanda setelah pertandingan melawan Roma?

"Aku malah merasa baik setelah pertandingan lawan Roma itu. Bahkan, aku merasa bahagia bisa bermain, meskipun aku turun sebagai pemain cadangan. Di pesawat (dalam perjalanan pulang ke Milan), aku membuat keributan dan merasa sangat senang."

Lalu, bagaimana bisa terkena stroke?

"Semua terjadi secara tiba-tiba, ketika aku turun dari pesawat dan pindah ke bus yang akan membawa kami ke terminal. Aku merasa pusing dan pata kiriku tak bisa meliat. Dokter memintaku untuk ke rumah sakit. Tapi, aku tak mau dan kami akhirnya berdebat tentang hal ini sampai sekitar setengah jam."

Lalu apa yang terjadi?

"Ketika kami akhirnya memutuskan (ke rumah sakit), dalam perjalanan ke rumah sakit aku mulai kesulitan bicara. Aku bisa berpikir jernih, tapi tak ada kata-kata yang bisa kukeluarkan dari mulut. Pada saat itu, aku hanya berpikir bisa bertemu putraku sekali lagi."

Bagaimana perasaanmu setelah sembuh?

"Aku sangat senang mendapat begitu banyak kasih sayang dari siapa saja, baik di dunia sepak bola maupun di luarnya. Mereka bisa memahami bahwa aku 'gila', tapi aku jujur dan otentik."

Bagaimana istri dan putramu?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved