• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Manado

Bom Bunuh Diri di Damaskus Tewaskan 55 orang

Jumat, 11 Mei 2012 08:24 WITA
Bom Bunuh Diri di Damaskus Tewaskan 55 orang
AP
Bom Bunuh iDiri di Damaskus Tewaskan 55 orang




TRIBUNMANADO.CO.ID, DAMASKUS
- Sedikitnya 55 orang tewas dan 700 lebih terluka dalam dua serangan bom bunuh diri di ibukota Suriah, Damaskus, Kamis (10/5/ 2012).

Stasiun TV pemetintah Suriah menayangkan gambar dari serangan yang menghantam kawasan al-Qazzaz di pinggiran Damaskus.

Bom yang meledak tidak jauh dari gedung intelijen militer itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat, ketika orang-orang sedang berangkat kerja.

Gedung intelijen tersebut tampak hancur sementara sejumlah mobil di sekitarnya rusak dan beberapa di antaranya terbakar, sementara dua lubang besar terlihat di jalan.

Ledakan pertama tampaknya menarik perhatian orang yang mendekat ke tempat kejadian namun langsung diikuti ledakan kedua yang jauh lebih kuat.

Wartawan BBC Lyse Doucet, yang meliput ke tempat kejadian, melaporkan sejumlah orang berkumpul di tempat itu dan meneriakkan slogan yang mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

"Ini tidak akan memecahkan masalah apapun. Ini hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih banyak kepada peremuan dan anak-anak." Ujar Mayor Jenderal Robert Mood

Damaskus dalam beberapa bulan belakangan mengalami beberapa serangan bom, namun dua ledakan terbaru ini merupakan yang terbesar sejak maraknya unjuk rasa menentang Presiden al-Assad tahun lalu.

Serangan ini, menurut stasiun TV pemerintah, dilakukan oleh kelompok teroris namun kubu oposisi justru menuding pemerintah berada di belakang serangan.

Seorang penduduk Damaskus mengatakan kepada BBC bahwa suara ledakan yang didengarnya merupakan yang terbesar sejauh ini.

Kepala misi pengamat gencatan senjata PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood, sudah berkunjung ke tempat kejadian dan mengatakan warga Suriah tidak selayaknya menderita serangan seperit itu.

"Ini tidak akan memecahkan masalah apapun. Ini hanya akan menciptakan penderitaan yang lebih banyak kepada perempuan dan anak-anak," katanya seperti dikutip kantor berita AP.
Sejak unjuk rasa menentang pemerintah Suriah, Maret tahun lalu, PBB memperkirakan jatuh 9.000 korban jiwa akibat kekerasan yang terjadi.

"Tindakan yang menjijikkan ini tidak bisa diterima dan kekerasan di Suriah harus dihentikan."kata Ahmad Fawzi

Serangan ini terjadi di tengah-tengah kesepakatan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi, yang ditengahi oleh utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan juru bicaranya, Annan mengecam serangan tersebut dan menyampaikan duka atas keluarga korban.

"Dia sedih dengan korban jiwa akibat dua ledakan itu dan menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga korban. Tindakan yang menjijikkan ini tidak bisa diterima dan kekerasan di Suriah harus dihentikan," tutur Ahmad Fawzi, juru bicara Kofi Annan kepada para wartawan.

Gedung intelijen yang menjadi sasaran serangan bom terletak di sebuah kompleks militer yang disebut dengan Cabang Palestina, yang menurut sejumlah wartawan merupakan dinas rahasia yang paling ditakuti di Suriah.

Didirikan tahun 1950-an, dinas rahasia ini didirikan untuk menginterogasi orang yang diduga menjadi mata-mata Israel dan belakangan menangani 500.000 pengungsi Palestina.

Dalam perjalanannya, dinas rahasia ini berkembang menjadi unit kontraterorisme dan tersohor dengan interogasi dan penyiksaan.

Tahun 2008, gedung ini juga diserang oleh kelompok militan asal Libanon, Fatah al-Islam, dengan menggunakan bom seberat 200kg dan menewaskan seorang perwira senior.
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
68518 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas