Sabtu, 22 November 2014
Tribun Manado

Charles Tegang Ikut UN

Senin, 7 Mei 2012 19:04 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG
- Charles Sondakh siswa kelas 6 SD N 1 Amurang mengaku tegang saat mengukuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar hari pertama, Senin (7/5).

"Saya tadi agak tegang, karena soalnya susah-susah gampang, tapi banyak yang susah," jelas dia. Namun dengan persiapan yang dilakukannya, ia bisa mengisi seluruh soal."Karena sudah belajar jadi bisa isi semuanya," jelas dia.

Selain soal yang dirasakan susah, ada hal lain yang membuatnya tegang mengikuti ujian."Saya khawatir tidak lulus ujian," ujarnya polos.

Charles merupakan satu di antara ribuan siswa yang mengikuti UN yang serentak dilaksanakan di Minahasa Selatan.

Beberapa pejabat pun melaksanakan pembukaan soal di beberapa sekolah. Di antaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Max Kairupan bersama dengan Ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa membukan soal di SD GMIM 2 Amurang.

"Tenang ya, jangan tegang, isi duluan yang paling gampang, dan yang susah di lewati dulu, kemudian nanti kalau sudah selesai yang gampang, baru kerjakan yang susah," pesan Boy Tumiwa kepada siswa.

Ia menambahkan, agar siswa santai dan pahami dulu soal yang dikerjakan."Jangan terburu-buru, waktunya panjang, jadi pehami baik-baik soalnya, kemudian isi," kata dia.

Sementara itu, Kairupan mengatakan, mengingatkan agar para pengawas jangan berlaku curang."Kami harapkan minim kecurangan, jangan ada yang membantu siswa mengisi jawaban soal," jelas dia.

Ia mengharapkan, agar lulusan SD tidak hanya sekadar lulus biasa, melainkan lulus dengan prestasi yang baik."Lulusannya harus berbobot dan berdaya saing, juga berkualitas, namun itu sebenarnya tidak saat ini saja, melainkan dari saat persiapan sebelumnya," jelas dia.

Untuk lembar jawaban UN SD berbeda dengan UN SMP dan SMA yang menggunakan sistem lingkar."Untuk SD, pengisian lembar jawaban dengan menyilang pilihan yang tepat," kata Kadisdikpora Minsel Jan Rattu.

Ia menambahkan, setiap kelas dijaga oleh dua pengawas."Dibagi rata, dua guru tiap kelas," katanya.

Usai membukan soal di SD GMIM 2 Amurang, Sekda dan Ketua DPRD melanjukan perjalanan ke SD N 1 Amurang untuk melakukan pengawasan.

Pelaksanaan UN di SD GMIM 2 Amurang yang diikuti oleh 42 siswa berlangsung baik, begitu juga dengan di SD N 2 Amurang yang diikuti oleh 34 siswa."Tidak ada yang alpa, semuanya ikut ujian," jelas Kepsek SD N 2 Amurang, Nontje Tambingon.

Ujian Nasionam Minsel diselenggarakan oleh 233 sekolah, yang terdiri dari 199 sekolah negeri dan 114 sekolah swasta. Sementara peserta UN mencapai 3979. Peserta 1991 siswa SD Negeri, yang terdiri dari 1025 laki-laki dan 966 perempuan, untuk SD Swasta seluruhnya berjumlah 1988, terdiri 1042 laki-laki dan 946 perempuan.
Penulis: Alpen_Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas