• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Manado

Pasar Kumersot Memprihatinkan, Lebih Baik Jadi SMA

Minggu, 29 April 2012 16:11 WITA
Pasar Kumersot Memprihatinkan, Lebih Baik Jadi SMA
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kondisi pasar di Kelurahan Kumersot sudah tidak terawat, dan tidak dipergunakan lagi oleh warga.
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG
- Keberadaan pasar di Kelurahan Kumersot Kecamatan Ranowulu kini dalam kondisi memprihatinkan, pasca di bangun tahun 2010 silam. Menurut sejumlah warga setempat, usai dibangun oleh pemerintah kota Bitung pasar dengan bandrol ratusan juta rupiah penggunaannya hanya setahun.

"Pasar Kumersot sempat dipergunakan selama 1 tahun oleh warga sekitar, setelah itu hingga kini tidak digunakan lagi," kata Marci warga lingkungan 1 kepada Tribun Manado, Minggu (29/4/2012).

Menurutnya pasar yang diresmikan oleh Wali kota Bitung Hanny Sondakh, awalnya ramai dikunjungi oleh warga dari berbagai kelurahan yang ada di sekitar Kumersot. "Dulu ada yang dari Klabat, Karondoran, dan sebagian Apple yang datang di pasar," tambahnya.

Dijelaskannya, alasan pemko Bitung membangun pasar yang dikola oleh koperasi, karena lokasinya yang sangat starategis. "Menurut wali kota pembangunan pasar disini sangat bagus karena banyak petani yang menghasilkan keperluan untuk dijual dipasar, dan warga sangat jauh kalu mau ke pasar di Girian," kata dia.

Sementara itu warga lainnya, menilai langkah pemko Bitung yang membangun pasar di Kelurahan Kumersot tidak tepat. "Saya sangat menyayangkan pembangunan tersebut, coba kalau sudah dibangun sekolah akan lebih tepat," kata Tante Ci warga lingkungan 3

Ia menilai, jika dibangun sekolah semua pelajar yang berdomisili di Kelurahan Apple, Kumersot, Karondoran, dan Klabat bisa bersekolah dekat dengan wilayahnya. "Anak-anak disini saat lulus SMP langsung bisa sekolah, dan sudah tidak lagi menuju SMA di Girian, dan Danowudu," tuturnya. Lanjutnya, memberikan usulan kepada pemko Bitung untuk mengganti pasar tersebut dengan bangunan sekolah SMA. "Saya mengusulkan lebih baik dibuat sekolah agar lebih memudahkan orang tua mengawasi anak-anak, serta lebih berguna dan bermanfaat," tandasnya.

Dari amatan Tribun Manado di pasar Kumersot tampak puluhan bilik kosong, dengan kondisi semeraut akibat sudah tidak dipergunakan. Sejumlah pintu terlihat sudah tidak terpasang pada tempatnya, dibagian tengah pasar terdapat sisa-sisa serabut kelapa, dan bekas kandang ayam. Pemandangan lainnya, ilalang yang tumbuh meninggi menghiasi bagian depan kios yang tak terawat.

Menyikapi hal tersebut, kepala Dinas pasar kota Bitung Arnold Karamoy mengatakan, untuk masalah pasar tersebut tanyakan ke Dinas Koperasi karena mereka yang mengelolannya. "Tanya ke dinas koperasi, itu kan koperasi yang kelola," kata Arnold. Menurutnya kalau diserahkan ke Dinas pasar untuk pengelolaan pasar tersebut pihaknya tinggal menunggu. "Kami tinggal tunggu untuk melakukan pembicaraan khusus terkait tanggung jawab pengelolaan pasar tersebut," kata dia.

Terpisah kepala Dinas Koperasi dan UKM Bitung Vera Manoppo enggan memberikan keterangannya terkait pasar Kumersot. "Aduh maaf sorry lagi diacara rukun, harap maklum," tulis Manoppo dalam pesan singkat. Ia mengkau belum bisa menjawab pertanyaan terkait pasar di Kelurahan Kumersot karena berada diacara rukun. "Mohon maaf saya bendahara rukun sedang mencatat uang masuk mohon dimaklumi," tandasnya.
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
67382 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas