SH Sarundajang: Indonesia Harus Jadi Rumah yang Nyaman
Tribun Manado - Kamis, 26 April 2012 10:20 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Gubernur Sulut Dr Sinyo H Sarundajang melantik dan mengukuhkan PAN
Muda Untuk Indonesia (PANDU Indonesia), di Hotel Quality Manado, Rabu
(25/4).
"Saya meminta PANDU Indonesia untuk tampil sebagai
organisasi yang dapat memfasilitasi pengembangan konsep kebangsaan dan
nasionalisme di kalangan generasi muda dalam membangun Bangsa Indonesia
ke depan," kata Sarundajang.
Ia menambahkan,kehadiran PANDU
Indonesia di Sulawesi Utara diharapkan akan semakin memperkaya khasanah
pembinaan Generasi Muda dalam rangka menangkal degradasi semangat
kebangsaan dan nasionalisme terutama dikalangan generasi muda khususnya
di Sulut dan di Seluruh Indonesia. "Tongkat estafet pembangunan ada pada
generasi muda," tuturnya.
Di acara yang dirangkaikan dengan
seminar Seminar Nasional Empat Pilar Kebangsaan Sarundajang mengatakan,
Indonesia adalah satu-satunya negara yang pantas disebut The Miracle
Nation in a Modern World (Bangsa Ajaib ditengah peradaban Modern). Kata
dia, sebagai negara maritim dengan 17.504 pulau, 720-an suku bangsa
ribuan dialek bahasa dan adat budaya serta 6 agama besar yang dianut
masyarakatnya, Indonesia dapat dipersatukan dibawah filosofi Pancasila
yang diyakini nilai-nilai luhurnya oleh seluruh bangsa Indonesia.
"Sebagai Graundslag Philosophie, Pancasila telah menjiwai proses
penyelenggaraan negara dan kehidupan sosial budaya bangsa semenjak awal
kemerdekaan sampai saat ini dan bahkan sampai kapanpun perjalanan bangsa
ini," tutur Sarundajang.
Ia menambahkan, Pancasila merupakan
kristalisasi dari believe system semua agama di dunia yang menjunjung
tinggi nilai-nilai kedamaian dan menganjurkan umatnya untuk saling
menghargai dalam hidup beragama. Kata dia, Pancasila juga mengandung
konsep Humanis yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan
beradab dan Keadilan bagi semua. "Konsep nasionalisme dan konsep
kedaulatan (Sovereignity) juga menjadi jiwa Pancasila dengan
mengedepankan persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Oleh karena itu
seharusnya Indonesia menjadi "Rumah Yang Nyaman" bagi seluruh rakyat
Indonesia tanpa harus dibatasi dengan sekat pluralistis seharusnya
dimanage dengan arif agar menjadi modal kekuatan dalam membangun
bangsa," terangnya.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi 5 DPR
RI yang merupakan Utusan Sulut dari Partai Amanat Nasional di DPR RI
Dra. Yasti Soepredjo Mokoagouw, Sekretaris DPW PAN Sulut H. Ayub Ali,
SE, Ketua Umum PANDU Indonesia M. Rodli Kaelani dan sejumlah pengurus
teras Partai Amanat Nasional (PAN) Sulut.(aro/*)
Penulis : Rine_Araro
Editor : Andrew_Pattymahu