Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Manado

Filindo Gelar Operasi Perbatasan

Selasa, 24 April 2012 17:21 WITA

Filindo Gelar Operasi Perbatasan
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Kapten Kapal Philippines Navy, dan kapal perang TNI AL, serta Danyonmarhanlan VIII Bitung di dermaga Satkamla Bitung.
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG
- TNI AL RI dan Filipina navy akan melaksanakan kegiatan operasi dan latihan di wilayah perbatasan, Indonesia dan Filipina. Untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut satu kapal perang dari kedua negara kini telah berlabuh di dermaga Satkamla Bitung, Selasa (24/4/2012).

Philippines Navy sendiri mengirimkan BRP Magat Salamat PS-20, sedangkan TNI AL KRI Sura. Menurut Mayor Laut (P) Fafan Yudo Bramono Kapten KRI Sura, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setahun sekali antara kedua negara Indonesia dan Filipina. "Nama operasinya Filindo (Filipina-Indonesia)," kata Fafan kepada Tribun Manado.

Menurutnya Filipina navy akan melaksankan oprasi bersama mengamankan wilayah perbatasan antara Filipina dan Indonesia, namun sebelum pelaksanaan kegiatan yang akan dimulai pada Kamis mendatang Philippines Navy, dan TNI AL Indonesia agar menggelar sejumlah kegiatan didarat.

"Kami akan menyelenggarakan kegiatan dibeberapa cabang olahraga, kunjungan ke pemerintah Provinsi Sulut, dan ke Makolantamal VIII Manado, gala Dinner, dan pengenalan lebih jauh kota Bitung," tambahnya.

Setelah melaksanakan kegiatan operasi wilayah perbatasan antar kedua negara, pihak TNI AL RI akan mengunjungi Philippines Navy di Filipina. Sementara itu dalam operasi nanti kedua belah pihak memiliki sasaran utama, seperti mempererat Indonesia Filipina. "Karena Filipina merupakan negara tetangga yang berdekatan langsung dengan Indonesia," kata dia.

Latihan ini bersifat kegiatan militer dan patroli bersama, dimana baik kapal perang Philippines Navy dan TNI AL akan melaksanakan tugas diwilayah yang sudah ditentukan.

"Kalau kapal perang Filipina menemukan nelayan Filipina yang melakukan penangkapan ikan melewati batas teritorial akan ditindak, begitu juga sebaliknya, jika kapal perang TNI AL yang bersua dengan mereka akan ditindak," tuturnya.

Dijelaskannya disamping melakukan patroli di wilayah perbatasan, akan juga dilakuklan latihan bersama kedua negara. "Materi Latihan pengawasan wilayah perbatasan lebih di intensikan, pengambilan gambar dari udara, koordinasi foto udara, komunikas melalui sandi jika komunikasi satelit dan elektronik terputus," kata dia.

Selain itu dalam oprasi nanti kapal perang Filipina dan TNI AL akan melakukan beberapa menuver. "Ada empat titik rawan yang dipersiapkan dengan sisten persilangan yang akan dilakukan oleh kapal perang sembari menutup atau mencover wilayah yang lain," tandasnya.(crz)
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas