20 Persen Siswa SMP Dikhawatirkan Tidak Lulus UN
Tribun Manado - Jumat, 20 April 2012 20:32 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sekitar 700 siswa SMP dikhawatirkan tidak akan lulus Ujian Nasional (UN).
Kondisi
ini didasarkan pada hasil ujian tryout yang dilaksanakan beberapa pekan
lalu. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Minahasa
melalui Kepala Seksi Kurikulum, Denny Surentu saat diwawancarai Tribun
Manado, Jumat (20/4/2012) mengatakan, saat pelaksanaan tryout soal
latihan UN, sebanyak 20 persen dari total 3.608 siswa SMP yang terdaftar
tidak bisa mencapai standard minimal nilai untuk bisa lulus.
Dirinya
menjelaskan, hasil ujian yang rendah bagi sebagian siswa tersebar pada
semua mata pelajaran. Namun menurutnya, mata pelajaran matematika perlu
mendapat perhatian ekstra karena kecenderungan nilai rendah berada pada
mata pelajaran tersebut.
"Fenomena ini memang tidak bisa
dijadikan vonis bahwa banyak siswa yang tidak akan lulus. Hasil itu
hanya sebatas ujian pra UN dan hasil sebenarnya baru bisa diketahui
setelah pelaksanaan UN," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, hasil
ujian pra UN tingkat SMP yang mengkhawatirkan itu telah dijadikan bahan
koreksi yang diberikan pada masing-masing sekolah untuk memberikan
latihan soal pada siswa. Pelaksanaan UN tingkat SMP akan dimulai 23
April mendatang.
Standard kelulusan bagi siswa SMP dihitung
berdasarkan gabungan antara nilai UN dan hasil ujian raport semester
satu sampai lima. Nilai UN memegang bobot 60 persen, sedangkan ujian
sekolah memegang bobot kelulusan 40 persen.
Herry Pantouw,
pemerhati pendidikan di Minahasa mengatakan, hasil pra UN tersebut
menjadi tanda awas bagi Dikpora Minahasa untuk terus membenahi kualitas
siswa. Menurutnya, saat ini peningkatan kemampuan siswa jelang UN sudah
hampir terlambat, karena pelaksanaan UN tinggal beberapa hari. Dirinya
berharap, semua sekolah telah mematangkan persiapan siswanya dalam
menghadapi UN.
"Pelaksanaan UN tinggal beberapa hari, sehingga
saat ini hanya pemantapan kesiapan siswa yang bisa dilakukan.
Bagaimanapun kesiapan siswa dalam menghadapi UN, sekolah harus tetap
membiarkan siswa mengerjakan soal UN sesuai kemampuan siswa. Jangan
hanya mengejar target kelulusan 100 persen sehingga sekolah melakukan
kecurangan dengan cara membantu siswa," ujarnya.
Michael Roeroe,
siswa SMP Negeri Tondano mengaku cukup kesulitan saat mengerjakan soal
pra UN. Menurutnya, mata pelajaran yang paling sulit dikerjakan adalah
matematika. Menurutnya, sekitar separuh dari semua soal ujian dirasa
sangat sulit.
"Setelah pelaksanaan ujian pra UN, guru-guru terus
melatih kami mengerjakan soal UN. Saya berharap soal UN nanti tidak
sulit agar mudah menjawabnya," ujarnya. (luc)
Penulis : Lucky_Kawengian
Editor : Budi_Susilo